Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Etihad Rail Ubah Perjalanan UEA 2026: Abu Dhabi-Dubai Cuma 57 Menit

2025-12-31 | 23:28 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T16:28:38Z
Ruang Iklan

Etihad Rail Ubah Perjalanan UEA 2026: Abu Dhabi-Dubai Cuma 57 Menit

Layanan kereta penumpang Etihad Rail akan mulai beroperasi di Uni Emirat Arab pada tahun 2026, memangkas waktu perjalanan antara Abu Dhabi dan Dubai menjadi hanya 57 menit, sebuah transformasi signifikan dalam lanskap mobilitas perkotaan dan regional di negara tersebut. Proyek ambisius ini akan menghubungkan 11 kota dan wilayah di seluruh tujuh emirat, dari Al Sila di barat hingga Fujairah di pantai timur.

Etihad Rail, pengembang dan operator jaringan kereta api nasional UEA, telah mengkonfirmasi bahwa layanan penumpang akan diluncurkan pada tahun 2026, dengan penekanan pada kualitas, keselamatan, dan keandalan. Azza Al Suwaidi, Wakil Kepala Eksekutif Etihad Rail Mobility, menyatakan bahwa proyek ini dirancang untuk memberikan pengalaman penumpang "terbaik" dan menghubungkan stasiun dengan sistem transportasi yang ada seperti Dubai Metro untuk memastikan konektivitas "last-mile" yang lancar. Kereta penumpang akan beroperasi dengan kecepatan hingga 200 km/jam, mengurangi waktu perjalanan hingga 30-40 persen dibandingkan dengan moda transportasi lain. Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 36,5 juta setiap tahun pada tahun 2030.

Jaringan kereta api nasional UEA ini, yang memiliki panjang sekitar 900 km, telah selesai dibangun pada Februari 2023, dengan layanan angkutan barang yang beroperasi penuh sejak saat itu. Tahap pertama yang mencakup jalur sepanjang 264 km dari Al Ruwais ke Shah telah beroperasi sejak Januari 2016, terutama untuk mengangkut sulfur bergranul. Pengenalan layanan penumpang merupakan langkah strategis ketiga dalam Program Perkeretaapian UEA senilai 50 miliar dirham (sekitar 13,6 miliar dolar AS) yang diluncurkan pada Desember 2021, bersamaan dengan pengembangan layanan angkutan barang dan teknologi transportasi cerdas. Kereta ini akan memiliki kapasitas lebih dari 400 penumpang, dengan pilihan kelas ekonomi, keluarga, dan kelas satu. Fasilitas di dalamnya meliputi sistem infotainment, stasiun pengisian daya, makanan dan minuman, serta ruang kaki yang luas dan sistem pendingin udara canggih.

Stasiun penumpang pertama direncanakan berada di Abu Dhabi (Pulau Reem, Pulau Saadiyat, Pulau Yas, dan dekat area Mussafah/Mohammed Bin Zayed City), Dubai (stasiun utama dekat Stasiun Metro Jumeirah Golf Estates dan satu lagi dekat Al Jaddaf/Bandara Internasional Al Maktoum), Sharjah (dekat University City), dan Fujairah (Sakamkam). Proyek ini juga mencakup pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi terpisah antara Abu Dhabi dan Dubai yang diharapkan memangkas waktu tempuh menjadi hanya 30 menit dengan kecepatan hingga 350 km/jam pada tahun 2030.

Dari perspektif ekonomi, Etihad Rail diperkirakan akan menyumbang sekitar AED 145 miliar (sekitar $39.5 miliar) ke PDB UEA selama 50 tahun ke depan, rata-rata AED 3 miliar per tahun. Proyek ini merupakan bagian dari visi pemerintah UEA untuk diversifikasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, sejalan dengan Abu Dhabi Economic Vision 2030 dan UAE Vision 2021. Pejabat seperti Dr. Sultan Ahmed Al Jaber, Menteri Perindustrian dan Teknologi Maju UEA serta CEO dan Direktur Pelaksana ADNOC Group, menekankan bahwa Etihad Rail lebih dari sekadar jaringan kereta api; ini adalah "arteri vital untuk pertumbuhan ekonomi, pengembangan infrastruktur, dan dekarbonisasi." Shadi Malak, CEO Etihad Rail, menyatakan bahwa proyek ini mencerminkan komitmen Etihad Rail untuk memajukan jaringan transportasi terintegrasi yang meningkatkan konektivitas di seluruh UEA dan mendukung transisi menuju masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan dan efisien.

Implikasi jangka panjang terhadap gaya hidup dan pasar properti diperkirakan signifikan. Waktu perjalanan yang lebih singkat akan memungkinkan individu untuk tinggal di emirat yang lebih terjangkau dan tetap bekerja di kota-kota besar seperti Dubai atau Abu Dhabi, mengubah pilihan gaya hidup dan real estat. Para ahli real estat memproyeksikan peningkatan nilai properti hingga 10-15 persen di sekitar stasiun kereta api baru. Wilayah seperti Pulau Saadiyat, Pulau Yas, dan Al Jaddaf disebut-sebut akan mendapatkan keuntungan signifikan. Jaringan ini juga diharapkan mengurangi kemacetan lalu lintas, menurunkan emisi karbon hingga 70-80% dibandingkan truk, dan meningkatkan keselamatan jalan raya dengan perkiraan 670 kecelakaan lebih sedikit dan 52 kematian lebih sedikit setiap tahun. Selain itu, proyek ini juga akan meningkatkan pariwisata domestik dan internasional dengan menghubungkan pusat-pusat wisata dan komersial utama, serta menciptakan ribuan lapangan kerja. Pembangunan jalur kereta api menuju Oman, yang dinamai Hafeet Rail, juga sedang berlangsung, menghubungkan Sohar di Oman dengan Abu Dhabi, menunjukkan visi regional yang lebih luas dari Etihad Rail.