Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jepang Tawarkan Rehat Mewah untuk Ibu, Inspirasi Kado Hari Ibu Tak Terlupakan

2025-12-22 | 21:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-22T14:59:51Z
Ruang Iklan

Jepang Tawarkan Rehat Mewah untuk Ibu, Inspirasi Kado Hari Ibu Tak Terlupakan

Pemerintah Jepang, melalui Badan Anak dan Keluarga, tengah memperluas upaya nasional untuk meringankan beban para ibu, terutama pasca-melahirkan, dengan mendirikan Pusat Anak dan Keluarga (Children and Families Centres) di seluruh kota, bangsal, kota kecil, dan desa di Jepang. Inisiatif ini, yang bertujuan untuk menyediakan konsultasi komprehensif dan dukungan bagi ibu hamil, pascapersalinan, serta keluarga dan anak-anak, telah beroperasi di separuh dari seluruh kota praja pada Mei 2024. Program ini didorong oleh data yang menunjukkan bahwa bunuh diri menjadi penyebab kematian utama bagi ibu hamil dan pascapersalinan di Jepang sejak tahun 2020.

Latar Belakang dan Konteks
Kesehatan mental ibu pascapersalinan menjadi isu krusial di Jepang. Data dari Japan Society of Obstetricians and Gynaecologists dan Japan Suicide Countermeasures Promotion Centre mengungkapkan bahwa lebih dari separuh kasus bunuh diri ibu terjadi setelah melahirkan, mencapai 66% dari seluruh kasus antara 2022 dan 2023. Depresi pascapersalinan, yang mempengaruhi 10% hingga 15% wanita, seringkali dipicu oleh ketidakseimbangan hormonal dan faktor lainnya setelah melahirkan, menyebabkan gejala seperti kecemasan, kegelisahan, dan insomnia yang menyulitkan ibu untuk merawat bayi mereka. Sebuah survei tahun 2024 oleh Nomura Research Institute juga menemukan bahwa meskipun 47,1% wanita tinggal bersama orang tua mereka selama periode perinatal, 45% kembali ke rumah sendiri dalam waktu satu bulan setelah melahirkan, dan banyak yang kekurangan anggota keluarga terdekat untuk diandalkan.

Merespons urgensi ini, pemerintah Jepang telah meningkatkan anggaran perawatan pascapersalinan dari sekitar 5,72 miliar yen pada tahun 2023 menjadi 6,05 miliar yen pada tahun 2024. Program Perawatan Pascapersalinan (Postpartum Care Program), yang menjadi persyaratan hukum pada Desember 2019 dan diamanatkan sebagai tugas bagi pemerintah daerah sejak April 2021, bertujuan untuk mendukung pemulihan fisik dan istirahat mental bagi ibu dan anak, serta menumbuhkan keterampilan perawatan diri pada ibu. Program ini mencakup layanan perawatan residensial jangka pendek (menginap atau tinggal sebentar), penitipan anak harian (daycare), dan perawatan kunjungan rumah, yang disediakan di rumah sakit obstetri, klinik swasta, pusat kebidanan, dan institusi lainnya. Biaya utama program ini disubsidi separuh oleh pemerintah nasional dan separuh oleh pemerintah daerah, dengan penentuan biaya pengguna berdasarkan kondisi lokal dan pendapatan.

Inisiatif Tambahan dan Implikasi
Selain pusat-pusat dan program perawatan pascapersalinan, pemerintah Jepang juga berencana untuk menjadikan bantuan tunai sebesar ¥100.000 bagi ibu hamil, mulai dari masa kehamilan hingga setelah melahirkan, sebagai program permanen pada tahun fiskal 2025. Bantuan ini, yang dapat diberikan dalam bentuk uang tunai atau kupon untuk produk persalinan dan pengasuhan anak atau sebagai bantuan finansial untuk perawatan pascapersalinan dan pengasuh bayi, diselaraskan dengan dukungan konsultasi yang mendorong ibu hamil untuk bertemu dengan bidan atau pejabat kota selama kehamilan mereka. Sebelumnya, pada April, subsidi sebesar ¥420.000 untuk biaya rumah sakit persalinan telah dinaikkan menjadi ¥500.000.

Beberapa perusahaan swasta juga mulai mengintegrasikan perawatan pascapersalinan ke dalam program kesejahteraan karyawan mereka. Sebagai contoh, pada November 2023, Shiseido meluncurkan KANGAROOM+, sebuah program perawatan pascapersalinan untuk karyawan dengan anak di bawah tiga bulan. Selain itu, inisiatif seperti Kizunamail Project memberikan email informatif dan dukungan kepada ibu hamil dan pascapersalinan, dengan pesan personalisasi berdasarkan tahap kehamilan atau usia anak, hingga anak berusia tiga tahun. Upaya juga dilakukan untuk mencegah isolasi sosial melalui komunitas online dan ruang dukungan tatap muka, seperti yang dilakukan oleh Machinowa yang pada tahun 2023 menciptakan ruang dukungan di fasilitas prefektur tempat ibu hamil dan pascapersalinan dapat berbagi kekhawatiran.

Meskipun kemajuan telah dicapai, sebuah survei daring oleh organisasi dukungan yang berbasis di Tokyo, Piazza, menemukan bahwa 74,2% wanita di Jepang mengalami kesepian atau isolasi saat mengasuh anak, jauh lebih tinggi dibandingkan 35,5% pria. Perasaan kesepian dan isolasi ini lebih umum di kalangan ibu rumah tangga penuh waktu (78,0%). Data dari sebuah studi tahun 2022 menunjukkan sekitar 40% ibu mengalami stres dalam pengasuhan. Hal ini menggarisbawahi bahwa meskipun program-program pemerintah menawarkan bantuan finansial dan akses ke layanan, kebutuhan akan dukungan emosional dan kesempatan untuk beristirahat tetap sangat tinggi.

Program istirahat dan dukungan komprehensif ini, yang semakin diperluas di Jepang, dapat menjadi inspirasi berharga bagi negara lain, termasuk sebagai ide hadiah di Hari Ibu yang melampaui materi, yaitu pemberian waktu untuk pemulihan, dukungan, dan istirahat yang sangat dibutuhkan para ibu. Langkah-langkah ini menunjukkan pengakuan yang semakin besar terhadap pentingnya kesejahteraan fisik dan mental ibu sebagai fondasi bagi kesehatan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.