:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458450/original/060697100_1767080000-dasainer_1.jpeg)
Tahun 2025 menandai kepergian delapan tokoh desain terkemuka, meninggalkan kekosongan signifikan dalam industri mode, arsitektur, seni tekstil, dan sinema global. Di antara mereka adalah perancang busana pribadi Putri Diana, Paul Costelloe, yang berpulang pada usia 80 tahun, serta ikon mode Italia Giorgio Armani. Kehilangan kolektif ini memicu refleksi mendalam mengenai warisan kreativitas mereka dan arah masa depan ekspresi estetika dalam budaya gaya hidup kontemporer.
Paul Costelloe, desainer mode Irlandia yang terkenal sebagai perancang pribadi Putri Diana dari tahun 1983 hingga kematiannya pada tahun 1997, meninggal dunia pada Sabtu, 22 November 2025, dalam usia 80 tahun di London setelah sakit singkat. Labelnya menyatakan bahwa ia "dikelilingi oleh istri dan ketujuh anaknya serta meninggal dengan tenang di London." Costelloe dikenal atas rancangannya yang mengombinasikan gaya klasik dengan sentuhan inovatif, sering menampilkan warna-warna cerah dan pola, serta menggunakan kain tradisional Irlandia seperti linen dan tweed. Kepergiannya menutup babak penting dalam mode Inggris dan Irlandia, di mana ia menjadi salah satu nama paling dikenal dan rutin tampil di London Fashion Week sejak didirikan pada tahun 1984.
Pada tanggal 4 September 2025, dunia mode berduka atas wafatnya Giorgio Armani, perancang mode legendaris Italia dan pendiri rumah mode mewah Armani, pada usia 91 tahun. Armani meninggal di rumahnya di Milan karena gagal hati. Ia secara luas dianggap sebagai salah satu desainer paling berpengaruh dalam mode kontemporer, yang dikenal karena siluet minimalis dan dekonstruksinya—terutama jaket dan setelannya—yang dikatakan telah mendefinisikan kembali keanggunan maskulin dan feminin dalam bentuk kontemporer. Absennya Armani dari Milan Fashion Week pada Juni 2025 menandai pertama kalinya ia tidak menghadiri peragaan busananya sendiri, sebuah indikasi menurunnya kesehatannya. Kepergiannya, setelah setengah abad membangun kerajaan mode dengan lebih dari 9.000 karyawan dan 600 toko di seluruh dunia, memunculkan pertanyaan tentang kepemimpinan kreatif di era pasca-pendiri. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebutnya "ikon, pekerja keras yang tak kenal lelah, dan simbol terbaik Italia."
Tokoh desain lain yang berpulang pada tahun 2025 termasuk Jacqueline de Ribes, desainer mode Prancis berusia 96 tahun yang terkenal dengan gayanya yang sangat elegan dan pengaruhnya di lingkaran sosial haute couture. Frank Gehry, arsitek kenamaan yang desainnya yang playful dan anggun mengubah cakrawala kota-kota di seluruh dunia, meninggal dunia pada 5 Desember 2025, pada usia 96 tahun. Meskipun tidak selalu dikategorikan sebagai "desainer gaya hidup" dalam pengertian tradisional, karya-karya Gehry, seperti Walt Disney Concert Hall, memiliki dampak mendalam pada estetika perkotaan dan pengalaman publik. Ia dikenal karena "ketidakamanan kreatifnya," selalu melihat apa yang akan ia lakukan berbeda pada karyanya.
Margarete Palz, seniman tekstil Jerman berusia 88 tahun, juga meninggal dunia pada tahun ini, menyisakan warisan dalam bidang seni dan desain tekstil. Demikian pula, Claudio Segovia, sutradara dan desainer teater Argentina berusia 92 tahun yang terkenal dengan karyanya seperti "Tango Argentino," menutup karirnya yang cemerlang pada tahun 2025. Hugh Wallace, arsitek Irlandia yang menjadi wajah familiar di televisi desain, juga meninggal dunia pada Desember 2025. Pengaruhnya dalam edukasi publik mengenai desain dan arsitektur telah membentuk selera dan pemahaman khalayak luas.
Melengkapi daftar ini adalah David Lynch, pembuat film dan penulis skenario Amerika berusia 78 tahun, yang dikenal karena karyanya yang unik, mengganggu, dan memukau secara visual, yang memadukan hal-hal biasa dengan hal-hal yang mengerikan dan seringkali menentang penjelasan. Meskipun bukan seorang desainer dalam industri mode atau arsitektur, pengaruh Lynch pada estetika visual, penceritaan, dan budaya "Gaya Hidup" melalui karya sinematiknya tidak dapat disangkal. Desain dunianya, yang surealis dan khas, telah menginspirasi generasi pencipta dan membentuk cara kita memandang estetika dan narasi visual.
Kepergian para desainer dan visioner ini pada tahun 2025 menyoroti pergeseran generasi dalam industri kreatif. Warisan mereka tidak hanya terletak pada produk fisik atau bangunan yang mereka ciptakan, tetapi juga pada filosofi desain, pendekatan inovatif, dan dampak budaya yang mendalam. Transisi ini menantang generasi baru untuk tidak hanya melestarikan nilai-nilai inti yang ditinggalkan oleh para pionir ini, tetapi juga untuk menavigasi lanskap yang terus berubah dengan keberanian dan orisinalitas yang sama. Masa depan gaya hidup, yang dibentuk oleh interaksi kompleks antara seni, mode, arsitektur, dan media, akan sangat bergantung pada bagaimana para penerus akan menerjemahkan visi-visi ini ke dalam realitas baru.