:strip_icc()/kly-media-production/medias/5430555/original/075293600_1764666066-POP_MART_GI__2_.png)
Fenomena koleksi art toy dan blind box semakin mengukuhkan posisinya sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern di Indonesia, dan diprediksi menjadi pilihan hadiah Natal yang menarik di tahun ini. Minat terhadap mainan desainer yang awalnya muncul di Hong Kong dan kemudian menyebar ke Jepang dan Amerika ini, mulai memasuki Indonesia di awal tahun 2000-an. Kini, art toy tidak lagi sekadar mainan, melainkan telah bertransformasi menjadi bentuk apresiasi seni dan gerakan budaya.
Popularitas blind box yang mendunia, didorong oleh sensasi "unboxing" dan elemen kejutan, sangat digemari oleh kidult (orang dewasa yang menggemari kebiasaan anak-anak) serta kaum muda. Merek global seperti POP MART, TOP TOY, dan Sonny Angel dikenal dengan produk blind box mereka yang beragam, mulai dari figur miniatur, aksesori, hingga barang koleksi edisi terbatas. Di Indonesia, tren ini menjamur tidak hanya di toko mainan atau pusat perbelanjaan besar, tetapi juga melalui aplikasi belanja daring, pameran seni, dan stan di acara pop culture.
POP MART, yang berawal sebagai merek lokal di China dan didirikan pada tahun 2010, kini menjadi salah satu fenomena budaya tercepat di Eropa dan juga berkembang pesat di Indonesia. Karakter-karakter seperti The Monsters, yang mencakup Dimoo dan Labubu, sangat populer di kalangan kolektor Indonesia. Labubu, yang dirancang oleh seniman Hong Kong Kasing Lung, bahkan telah menjadi simbol tren global sejak 2024. Koleksi terbaru POP MART, seperti seri "Apple of My Eye" dengan tema Natal, menjadi incaran para penggemar yang mencari hadiah spesial. Perilaku kolektor Indonesia yang sering menggunakan produk POP MART sebagai bagian dari gaya hidup mereka turut memperkuat posisi art toy di ranah pop culture Tanah Air.
Beberapa art toy dan blind box yang banyak diburu di Indonesia meliputi karakter dari The Monsters (POP MART), serta figur dari Sanrio (Hello Kitty, Cinnamoroll, Kuromi) dan Disney. Selain merek global, seniman lokal juga turut meramaikan pasar art toy Indonesia, dengan beberapa di antaranya dikenal hingga mancanegara. Komunitas seperti Indonesian Art Toys (IAT), yang dibentuk pada tahun 2013, menjadi wadah bagi para toys designer lokal untuk menciptakan karya orisinal mereka. Berbagai pameran dan acara seni seperti ArtKet, Indonesia Designer Art-Toys Expo, Ghostival oleh Museum of Toys, dan Hong Kong Art Toys Story di Mall of Indonesia, rutin diselenggarakan untuk menampilkan kreativitas seniman dan memenuhi minat kolektor. Acara Indonesia Comic Con (ICC) x INACON 2025 juga diharapkan menjadi incaran para kolektor untuk mendapatkan rilisan terbaru, produk eksklusif, hingga kolaborasi spesial, termasuk designer toys dan vinyl art toys dari merek seperti Mighty Jaxx, Coarse, Kidrobot, Pop Mart, dan Medicom Toy, serta seniman lokal seperti The Little Giantz, Plastic Culture, dan Rios.
Harga blind box dan art toy bervariasi di pasar Indonesia. Untuk blind box POP MART, harga rata-rata pasaran di bulan Desember 2025 berkisar Rp206.148, dengan estimasi harga termurah sekitar Rp25.800 dan termahal mencapai Rp1.978.800. Sementara itu, art toy secara umum memiliki harga rata-rata sekitar Rp240.331 pada November 2025, dengan beberapa di antaranya bisa mencapai jutaan rupiah tergantung kelangkaan dan detailnya. Ketersediaan produk dapat ditemukan di platform belanja daring seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada, yang juga menawarkan berbagai promo menarik. Dengan keberagaman karakter, keunikan desain, serta nilai koleksi yang terus meningkat, art toy dan blind box menjadi pilihan hadiah Natal yang unik dan berkesan bagi para pencinta seni dan kolektor di Indonesia.