:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458957/original/031991800_1767144538-Sajian_Shabu-shabu__Wikimedia_Commons_.jpg)
Perayaan pergantian tahun, khususnya Malam Tahun Baru 2026, semakin identik dengan kebersamaan intim di rumah, memicu lonjakan minat terhadap hidangan komunal yang mudah disiapkan dan dinikmati bersama keluarga. Shabu-shabu, hidangan rebusan khas Jepang, muncul sebagai pilihan favorit yang menawarkan pengalaman kuliner interaktif sekaligus ekonomis dibandingkan bersantap di restoran, dengan berbagai variasi kuah yang menggugah selera untuk memeriahkan suasana.
Popularitas shabu-shabu di Indonesia terus meningkat signifikan. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang pada Juli 2015 mencatat bahwa jumlah restoran Jepang di luar Jepang telah mencapai 89.000 unit, dua kali lipat dari tahun 2013, dengan Indonesia menjadi pasar terbesar kedua di Asia Tenggara untuk kuliner Jepang. Fenomena ini didukung oleh kecenderungan masyarakat, khususnya kaum muda, yang mengadopsi budaya pop Jepang dan mencari pengalaman makan yang sehat serta interaktif. Konsep "all you can eat" di restoran shabu-shabu turut membentuk preferensi konsumen terhadap hidangan ini, meskipun biaya makan di luar seringkali kurang bersahabat. Oleh karena itu, menyiapkan shabu-shabu di rumah menjadi solusi yang hemat dan personal, memungkinkan pemilihan bahan baku segar sesuai selera dan kebutuhan diet.
Tradisi shabu-shabu sendiri berakar dari hidangan Tiongkok "shuan yang rou" yang dibawa ke Jepang pada 1950-an dan diadaptasi dengan bahan serta teknik khas Jepang. Nama "shabu-shabu" berasal dari suara mendidih air saat daging diayunkan perlahan dalam kuah. Nilai kebersamaan dan keharmonisan menjadi inti dari tradisi makan ini, di mana setiap orang dapat menyesuaikan cara memasak sesuai preferensi.
Berikut adalah lima pendekatan resep kuah shabu-shabu yang direkomendasikan untuk Malam Tahun Baru, masing-masing menawarkan profil rasa unik untuk memenuhi beragam selera:
1. Kuah Kaldu Ayam Klasik: Pilihan ini tetap menjadi favorit utama berkat cita rasanya yang gurih, ringan, dan familiar, menjadikannya cocok untuk semua anggota keluarga, termasuk anak-anak. Kaldu ayam jernih ini memberikan dasar yang kaya namun tidak dominan, memungkinkan rasa alami bahan isian bersinar. Kuah ini sering dibuat dengan merebus tulang ayam, bawang putih, jahe, dan daun bawang selama beberapa jam.
2. Kuah Sukiyaki Manis Gurih: Bagi pecinta rasa manis yang kaya dan gurih, kuah sukiyaki yang berbasis kecap asin Jepang (shoyu), mirin, dashi, dan gula adalah pilihan ideal. Kuah ini sangat cocok dipadukan dengan irisan daging sapi tipis yang dimasak sebentar, seringkali dicelupkan ke telur mentah untuk tekstur yang lebih lembut dan creamy. Sukiyaki sendiri merupakan hidangan hot pot Jepang yang dimasak dalam panci dangkal dengan bumbu yang lebih kuat dan manis.
3. Kuah Tomyam Segar Pedas: Adopsi cita rasa Thailand, kuah tomyam menawarkan sensasi asam, pedas, dan segar yang dapat membangkitkan selera. Perpaduan serai, daun jeruk, dan jeruk nipis menciptakan aroma harum yang menggoda, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mencari sentuhan eksotis dan berani. Penggunaan pasta tomyam instan sangat memudahkan persiapan kuah ini di rumah.
4. Kuah Miso Umami Mendalam: Kuah miso, sup tradisional Jepang dari pasta miso dan kaldu dashi, menawarkan rasa gurih khas fermentasi dengan sensasi umami yang kaya. Kuah ini dapat diperkaya dengan irisan rumput laut (wakame) dan tahu untuk memberikan rasa yang lebih otentik. Rasa gurih dan sedikit manis dari miso cocok untuk mereka yang mengapresiasi kedalaman rasa yang menenangkan.
5. Kuah Kari Jepang Krimi: Untuk pengalaman kuliner yang lebih berani dan hangat, kuah kari Jepang menawarkan profil rasa gurih dan creamy. Inspirasi dari kari Jepang yang populer, kuah ini memberikan sentuhan unik pada shabu-shabu, cocok untuk cuaca dingin malam tahun baru. Penambahan susu kelapa dan pasta kari dapat menciptakan tekstur kental dan rasa rempah yang kaya.
Pemilihan shabu-shabu sebagai hidangan inti perayaan Tahun Baru tidak hanya mencerminkan tren kuliner rumahan yang interaktif dan personal, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam adaptasi rasa sesuai preferensi keluarga. Kemudahan akses bahan baku dan kemungkinan modifikasi resep menjadikannya pilihan strategis bagi masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun dengan pengalaman kuliner berkesan tanpa harus keluar rumah. Transformasi kebiasaan makan ini menggarisbawahi adaptasi budaya global dalam konteks lokal, di mana hidangan Jepang seperti shabu-shabu berhasil menemukan tempat istimewa dalam tradisi perayaan keluarga di Indonesia.