Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Transformasi Kulit Kayu: Pria Idap Penyakit Langka di Tangan dan Kaki

2025-12-01 | 21:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-01T14:19:25Z
Ruang Iklan

Transformasi Kulit Kayu: Pria Idap Penyakit Langka di Tangan dan Kaki

Seorang pria dilaporkan mengidap kondisi medis langka yang menyebabkan tangan dan kakinya ditumbuhi lesi menyerupai kulit kayu, sebuah fenomena yang dijuluki "sindrom manusia pohon". Kondisi ini secara medis dikenal sebagai Epidermodysplasia Verruciformis (EV), sebuah penyakit genetik dermatologis yang sangat jarang terjadi.

Penyakit ini ditandai oleh kerentanan abnormal terhadap infeksi Human Papillomavirus (HPV) jenis tertentu, yang pada individu normal tidak menimbulkan efek klinis signifikan. Namun, pada penderita EV, virus ini memicu pertumbuhan lesi kulit verukosa yang persisten, bervariasi dari bercak bersisik, papula rata menyerupai kutil, hingga plak besar yang meradang dan menebal, seringkali menyerupai kulit atau akar pohon.

Dalam kasus yang dilaporkan oleh detikHealth pada September 2025, Mahmoud Taluli (44) dari Gaza adalah salah satu individu yang mengidap kondisi ini. Ia menderita ribuan lesi menyakitkan di sekujur tubuhnya, yang membuatnya tidak dapat menggunakan tangannya selama lebih dari satu dekade. Pada tahun 2019, Taluli menjalani serangkaian operasi di Pusat Medis Universitas Hadassah, Yerusalem, untuk mengangkat lesi-lesi tersebut. Setelah pengangkatan, kulit dari bagian tubuhnya yang lain dicangkokkan untuk menutupi luka. Operasi tersebut dilaporkan berhasil mengubah hidupnya.

Dr. Anthony Youn, seorang ahli bedah plastik di Michigan, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa sindrom ini sangat langka, biasanya diwariskan dari kedua orang tua. Penderita EV memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dalam menghadapi HPV, virus yang juga dikenal sebagai penyebab kutil kelamin. Kondisi ini umumnya mulai muncul pada usia anak-anak atau dewasa muda, dengan lebih dari separuh kasus pertama kali muncul pada usia 5 hingga 11 tahun, dan hampir seperempatnya saat pubertas.

Komplikasi utama dari Epidermodysplasia Verruciformis adalah risiko tinggi (sekitar 30% hingga 60%) untuk mengembangkan kanker kulit non-melanoma, khususnya karsinoma sel skuamosa, yang sering terjadi pada area kulit yang terpapar sinar matahari pada usia tiga puluhan atau empat puluhan. Lesi ini juga sering kali resisten terhadap pengobatan standar, menyebabkan pertumbuhan kutil yang persisten dan meluas, serta dapat sangat mengganggu kualitas hidup pasien.

Meskipun lesi dapat diobati atau diangkat melalui operasi, EV adalah penyakit seumur hidup tanpa pengobatan definitif untuk mencegah munculnya lesi baru. Perawatan melibatkan kombinasi terapi medis dan bedah, konseling pasien, edukasi, serta pengawasan rutin. Perlindungan dari sinar matahari sangat ditekankan karena paparan UVB dan UVA telah terbukti meningkatkan laju lesi EV berkembang menjadi kanker kulit.

Di Indonesia, kasus Dede Koswara, yang dijuluki "Manusia Akar", sempat menarik perhatian dunia pada tahun 2007. Dede mengidap penyakit yang sama, Epidermodysplasia Verruciformis, dengan kutil raksasa menyerupai akar pohon di tangan dan kakinya. Ia menjalani setidaknya 14 kali operasi pengangkatan kutil di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Meskipun berulang kali dioperasi, kutil pada tubuh Dede terus tumbuh kembali karena sistem imunitas tubuhnya tidak mampu melawan virus secara efektif. Dede Koswara meninggal dunia pada usia 46 tahun pada Januari 2016 akibat komplikasi multi-organ, termasuk masalah ginjal kronis, hepatitis B, paru-paru, dan gangguan otak, yang tidak secara langsung terkait dengan HPV tetapi diperburuk oleh daya tahan tubuhnya yang lemah.

Selain Dede Koswara dan Mahmoud Taluli, kasus serupa juga pernah dilaporkan, seperti Abul Bajandar dari Bangladesh dan Habdi Ahwadin dari Wonosobo, Indonesia, yang juga dijuluki "manusia pohon" atau "manusia akar" karena kondisi serupa. Kisah-kisah ini menyoroti dampak fisik, psikologis, dan sosial yang mendalam dari penyakit langka ini terhadap kehidupan penderitanya.