Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Cuan Melimpah dari Dapur: 7 Resep Jajanan Korea Mudah untuk Bisnis Rumahan

2026-01-03 | 10:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-03T03:00:25Z
Ruang Iklan

Cuan Melimpah dari Dapur: 7 Resep Jajanan Korea Mudah untuk Bisnis Rumahan

Fenomena "Hallyu" atau gelombang budaya Korea telah secara signifikan membentuk ulang lanskap kuliner global, termasuk di Indonesia, memicu gelombang antusiasme terhadap hidangan dan jajanan khas Korea Selatan yang kini menciptakan peluang ekonomi substansial bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data dari Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea serta Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation (aT Center) menunjukkan permintaan Korean Food di Indonesia mencapai 300 juta dolar AS pada tahun lalu, menandakan peningkatan popularitas yang nyata dan menjadikan Indonesia pasar utama yang penting bagi perkembangan bisnis makanan Korea. Tingginya minat masyarakat, terutama dipicu oleh drama dan musik Korea, telah mendorong adaptasi pasar lokal, sehingga banyak jajanan kaki lima Korea yang dulunya eksklusif kini mudah ditemukan di berbagai sudut kota dengan modal awal relatif terjangkau, berkisar antara 3 juta hingga 9 juta rupiah, termasuk untuk peralatan dasar.

Sejarah jajanan kaki lima di Korea Selatan, yang dikenal sebagai street food, telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, menawarkan hidangan cepat saji yang lezat dan terjangkau bagi pekerja dan masyarakat umum. Perkembangan ini sejalan dengan tren globalisasi budaya di abad ke-21, di mana Korea secara aktif menggunakan gastronomi sebagai bagian dari strategi "gastrodiplomasi" untuk meningkatkan citra dan perekonomian negaranya. Popularitas konten budaya Korea yang dikonsumsi rata-rata 17 jam per bulan di Indonesia, menempati urutan ketiga tertinggi di antara 26 negara yang disurvei oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea bersama KOFICE, secara langsung berkorelasi dengan tingginya minat masyarakat untuk mencoba makanan yang mereka lihat di layar.

Peluang bisnis kuliner Korea di Indonesia dinilai sangat menjanjikan. Studi tahun 2025 menunjukkan bahwa fenomena gelombang Korea dan inovasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan usaha UMKM di bidang kuliner Korea, dengan sampel 114 responden pemilik usaha di Jakarta yang telah beroperasi lebih dari satu tahun. Banyak jajanan yang mudah dibuat dan disesuaikan dengan lidah lokal, menjadikannya opsi menarik bagi para wirausahawan pemula. Contoh-contoh jajanan yang populer dan berpotensi meraup keuntungan besar meliputi Tteokbokki, kue beras pedas yang fleksibel untuk berbagai varian seperti rabokki atau tteokkochi; Odeng atau eomuk, fish cake hangat yang cocok untuk dijual pada sore hingga malam hari; Corndog, yang dikenal dengan ukuran jumbo dan variasi topping menarik; Gyeranppang, roti telur gurih yang mengenyangkan; Twigim, berbagai jenis gorengan ala Korea yang mudah dibuat dan efisien bahan bakunya; Gimbab, "sushi Korea" praktis untuk bekal atau grab and go; serta Hotteok, pancake manis dengan isian yang disukai banyak orang.

Para ahli industri kuliner dan praktisi bisnis UMKM menyoroti pentingnya adaptasi rasa dan inovasi berkelanjutan. "Untuk menjaga loyalitas pelanggan, penting untuk terus menghadirkan inovasi menu. Gunakan bahan baku serupa untuk beberapa menu agar biaya operasional tetap efisien. Selain itu, jaga kualitas rasa dan pelayanan agar bisnis Anda terlihat serius dan profesional," ujar sebuah sumber yang membahas tips sukses menjalankan usaha jajanan Korea. Modal yang relatif kecil dan proses pembuatan yang tidak rumit telah menarik banyak pemula untuk memulai usaha di sektor ini.

Implikasi jangka panjang dari tren ini mencakup penguatan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan diversifikasi pilihan kuliner bagi konsumen. Adanya produsen lokal yang kini menyediakan bahan baku dan bumbu Korea dengan harga terjangkau juga turut menekan biaya produksi dan meningkatkan margin keuntungan bagi UMKM. Pasar makanan Korea di Indonesia tidak hanya besar, tetapi juga memiliki prospek perkembangan yang baik di masa depan, asalkan pelaku usaha mampu menjaga kualitas, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan preferensi konsumen lokal. Strategi pemasaran yang efektif, termasuk memanfaatkan media sosial, juga krusial dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Fenomena ini menunjukkan bagaimana kekuatan budaya populer dapat bertransformasi menjadi pendorong ekonomi yang nyata, menciptakan peluang bagi ribuan pengusaha kecil untuk meraup keuntungan signifikan.