:strip_icc()/kly-media-production/medias/5188598/original/075259900_1744699019-IMG_9462.jpeg)
Aktivis hak-hak sipil Amanda Nguyen mengungkapkan perjuangan berat melawan depresi parah menyusul penerbangan historisnya ke luar angkasa dengan Blue Origin pada April 2025, sebuah misi yang juga melibatkan bintang pop Katy Perry dan jurnalis Gayle King. Nguyen, yang menjadi wanita Vietnam pertama di luar angkasa, menggambarkan pengalaman itu sebagai "mimpi yang berubah menjadi mimpi buruk" setelah menghadapi "longsoran misogini" dan kritik publik yang masif terhadap penerbangan wisata antariksa tersebut. Ia mengaku tidak bisa bangun dari tempat tidur selama seminggu setelah kembali ke Bumi dan mengalami kesulitan berbicara melalui air mata saat dihubungi staf Blue Origin sebulan kemudian. Insiden ini menyoroti dimensi baru tantangan kesehatan mental dalam era wisata antariksa, terutama bagi figur publik yang menjadi sasaran pengawasan dan penilaian publik.
Penerbangan Blue Origin NS-31 pada 14 April 2025, yang berlangsung sekitar 10 menit 21 detik, mengirimkan enam kru wanita ke batas suborbital luar angkasa. Selain Nguyen, Perry, dan King, kru tersebut juga termasuk Lauren Sánchez, Aisha Bowe, dan Kerianne Flynn. Meskipun misi ini dipuji sebagai pencapaian bersejarah, terutama sebagai penerbangan luar angkasa multi-orang serba wanita pertama sejak Valentina Tereshkova pada tahun 1963, penerbangan tersebut juga menuai kritik luas mengenai dampak lingkungan, tujuan, dan penggunaan sumber daya yang dianggap sebagai publisitas belaka. Nguyen menyatakan bahwa prestasi profesional dan ilmiahnya, termasuk penelitian kanker payudara yang ia bawa ke luar angkasa, terkubur di bawah gelombang komentar permusuhan dan misinterpretasi.
Dampak psikologis dari perjalanan luar angkasa, bahkan untuk durasi singkat seperti penerbangan suborbital, telah lama menjadi perhatian komunitas ilmiah. Sementara astronot profesional menjalani skrining dan pelatihan ketat untuk menghadapi tekanan isolasi, lingkungan terbatas, gangguan siklus tidur-bangun, dan potensi konflik interpersonal, pelonggaran standar ini untuk wisatawan antariksa dapat menimbulkan risiko signifikan. Gejala umum yang dilaporkan meliputi kecemasan, depresi, masalah tidur, dan perubahan suasana hati. Meskipun lingkungan luar angkasa itu sendiri mungkin tidak langsung merusak kesehatan mental, kombinasi tekanan fisik dan psikologis selama penerbangan, ditambah dengan tuntutan adaptasi kembali ke Bumi, dapat memicu masalah.
Kasus Amanda Nguyen memperluas pemahaman tentang tantangan kesehatan mental pasca-penerbangan luar angkasa, menambahkan elemen tekanan eksternal yang parah dari media dan publik. Psikolog antariksa Raphael Rose, direktur asosiasi Pusat Penelitian Kecemasan dan Depresi di University of California, Los Angeles, telah menyoroti bahwa penyesuaian psikologis seringkali lebih sulit diidentifikasi dan cenderung disimpan sendiri. Dengan semakin maraknya wisata antariksa, di mana perusahaan seperti Blue Origin berupaya memperluas akses ke luar angkasa, industri ini menghadapi kebutuhan untuk mengembangkan protokol dukungan kesehatan mental yang komprehensif. Ini termasuk skrining pra-penerbangan yang menyeluruh, pendidikan tentang dampak psikologis, serta jalur perawatan yang jelas untuk mengatasi potensi tekanan, baik yang berasal dari lingkungan luar angkasa maupun respons publik. Nguyen sendiri menyatakan bahwa "longsoran kesan negatif" yang mencapai miliaran adalah "serangan yang tidak berevolusi untuk ditanggung oleh otak manusia".
Pengalaman Nguyen menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik terhadap kesejahteraan wisatawan antariksa, di luar pertimbangan fisik semata. Seiring eksplorasi antariksa semakin menjadi domain komersial, penting bagi operator dan masyarakat luas untuk mengakui bahwa perjalanan ke luar angkasa bukan hanya pencapaian fisik dan teknologi, tetapi juga pengalaman transformatif yang mendalam dengan implikasi psikologis jangka panjang. Mendukung kesehatan mental para pionir baru ini, baik di ruang angkasa maupun saat mereka kembali ke kehidupan publik di Bumi, akan krusial untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan era antariksa komersial. Delapan bulan setelah penerbangan, Nguyen melaporkan bahwa "kabut kesedihan mulai terangkat," menyoroti ketahanan pribadi tetapi juga mendesak pengakuan atas dampak trauma semacam itu.