Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Fenomena Lisa BLACKPINK: Kolaborasi Nike Picu Air Max 95 Ludes Instan

2026-01-22 | 08:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T01:00:00Z
Ruang Iklan

Fenomena Lisa BLACKPINK: Kolaborasi Nike Picu Air Max 95 Ludes Instan

BLACKPINK's Lisa Manobal, ikon global dan salah satu figur paling berpengaruh dalam K-Pop, resmi menjalin kemitraan jangka panjang dengan Nike, sebuah langkah strategis yang dengan cepat menyebabkan sepatu Nike Air Max 95 "Pink Foam" ludes di pasaran. Pengumuman ini, yang dikonfirmasi oleh kedua entitas di media sosial pada 21 Januari 2026, menyoroti kekuatan tak terbantahkan dari bintang K-Pop dalam memicu tren konsumsi global, khususnya di segmen gaya hidup dan mode atletik.

Kemitraan antara Lisa dan raksasa perlengkapan olahraga asal Amerika ini menandai evolusi signifikan dalam strategi pemasaran Nike, yang semakin memadukan olahraga dengan hiburan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui unggahan di media sosial, Lisa memamerkan dirinya mengenakan perlengkapan Nike dari kepala hingga kaki, termasuk Air Max 95 "Pink Foam" Big Bubble, yang seketika menjadi sorotan utama. Nike mengonfirmasi bahwa ini adalah kemitraan jangka panjang, meskipun detail spesifik perjanjian tidak diungkapkan. Lisa menyatakan antusiasmenya, "Saya ingin mendorong wanita di mana pun untuk merangkul ekspresi diri dan percaya diri dengan siapa mereka dan melalui apa yang mereka kenakan," mencerminkan misi Nike untuk memberdayakan atlet wanita.

Fenomena cepatnya penjualan Air Max 95 "Pink Foam" setelah tampil bersama Lisa bukanlah insiden terisolasi, melainkan cerminan dari "kekuatan K-Pop" yang telah menjadi kekuatan pendorong di pasar global. Idola K-Pop telah lama diakui sebagai duta merek yang sangat efektif, mampu mendorong penjualan dan meningkatkan kesadaran merek secara eksponensial. Lisa sendiri, dengan lebih dari 100 juta pengikut di Instagram, memiliki pengaruh digital yang tak tertandingi, menjadikannya saluran vital bagi merek yang ingin menjangkau konsumen muda yang mencari kemewahan. Laporan menunjukkan bahwa pengaruh Lisa telah menghasilkan nilai media yang diperoleh (EMV) lebih dari 100 juta dolar AS untuk merek-merek mewah yang berkolaborasi dengannya, menggarisbawahi bagaimana kolaborasi selebriti dapat meningkatkan daya tarik pasar secara signifikan.

Nike Air Max 95, yang dirancang oleh Sergio Lozano pada tahun 1995, memiliki sejarah panjang sebagai ikon budaya, berawal sebagai sepatu lari yang inovatif dengan unit Air terlihat di bagian depan dan belakang, dan desain yang terinspirasi dari anatomi tubuh manusia. Sepatu ini dengan cepat melampaui akar atletiknya untuk menjadi ikon streetwear, diadopsi oleh seniman hip-hop dan atlet, serta menjadi simbol gaya urban. Popularitasnya yang abadi, terutama di Inggris di mana ia dijuluki "110s" sesuai dengan harga eceran aslinya, menunjukkan statusnya sebagai bagian tak terpisahkan dari subkultur, termasuk genre grime dan drill. Kemampuannya untuk membangkitkan "rasa kekuatan" dan memberdayakan pemakainya tetap relevan hingga kini.

Keterlibatan Lisa dengan Air Max 95 merevitalisasi daya tarik sepatu ini bagi demografi konsumen baru, khususnya generasi muda yang sangat responsif terhadap endorsement dari idola K-Pop. Merek-merek mewah dan atletik semakin menyadari bahwa kolaborasi dengan bintang K-Pop bukan hanya tentang mempromosikan produk, tetapi juga tentang menciptakan koneksi emosional dan aspirasi gaya hidup. Pergeseran ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana pasar barang mewah melihat generasi Milenial dan Gen Z akan mewakili 55% pasar pada tahun 2025, dengan Gen Z membeli barang mewah tiga hingga lima kali lebih cepat daripada Milenial. Preferensi mereka terhadap merek yang menunjukkan kepribadian dan keunikan, tetapi juga dikenal luas, menjadikan idola K-Pop sebagai endorser yang sangat dicari.

Meskipun kesuksesan finansial kemitraan ini jelas, implikasi jangka panjang melampaui penjualan langsung. Bagi Nike, Lisa mewakili jembatan ke pasar Asia yang sangat penting dan demografi global yang beragam. Ini juga memungkinkan Nike untuk memperkuat citranya sebagai merek yang relevan dengan tren mode kontemporer dan ekspresi diri, bukan hanya performa atletik. Ke depan, kemitraan semacam ini diperkirakan akan menjadi norma, dengan merek yang terus mencari figur berpengaruh yang dapat menembus batasan budaya dan generasi, mendorong pergeseran perilaku konsumen dan mendefinisikan ulang lanskap pemasaran global. Para analis industri akan mengamati apakah kemitraan ini akan mengarah pada koleksi khusus atau sub-label Lisa x Nike, mengikuti jejak kolaborasi selebriti lainnya.