Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jelajahi 10 Nasi Uduk Paling Viral di Surabaya Tahun 2026

2026-01-15 | 20:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T13:19:24Z
Ruang Iklan

Jelajahi 10 Nasi Uduk Paling Viral di Surabaya Tahun 2026

Nasi uduk, hidangan nasi gurih yang dimasak dengan santan dan rempah, semakin mengukuhkan posisinya sebagai ikon kuliner yang tak terpisahkan dari lanskap gastronomi Surabaya pada tahun 2026. Meskipun sering diidentikkan dengan Jakarta, ragam adaptasi dan keautentikan rasa di Kota Pahlawan ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dan menarik perhatian baik warga lokal maupun wisatawan. Sektor kuliner tradisional di Surabaya sendiri menunjukkan pertumbuhan signifikan, didorong oleh upaya pemerintah kota yang menargetkan Surabaya sebagai Kota Gastronomi Dunia UNESCO, dengan kuliner sebagai lokomotif utama ekonomi kreatif. Data dari Bappedalitbang Kota Surabaya pada akhir 2025 menyebutkan bahwa kebijakan ekonomi kreatif berbasis kuliner disusun berdasarkan riset mendalam untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan berdaya saing global.

Sejarah nasi uduk berakar dari akulturasi budaya Melayu dan Jawa, diperkenalkan ke Batavia oleh pendatang Jawa pada tahun 1628 dan menjadi hidangan populer. Versi lain mengaitkan asal-usulnya dengan Sultan Agung dari Mataram yang terinspirasi nasi kebuli. Istilah "uduk" sendiri konon bermakna "susah" atau "nasi yang diaduk", namun juga dihubungkan dengan kata "wuduk" dari bahasa Arab tawadhu' yang berarti rendah hati. Di Surabaya, hidangan ini bertransformasi dengan sentuhan lokal, menjadi bagian integral dari pengalaman kuliner kota yang terus berinovasi. Berikut adalah sepuluh rekomendasi nasi uduk di Surabaya yang layak dicicipi pada tahun 2026, mencerminkan kekayaan rasa dan warisan budaya yang terpelihara.

1. Nasi Uduk Rohmat. Dikenal luas sebagai salah satu warung nasi uduk paling populer di Surabaya, Nasi Uduk Rohmat menawarkan nasi putih yang pulen dan gurih dengan taburan bawang goreng. Pilihan lauknya sangat beragam, meliputi bebek, ayam goreng, paru, empal, dan babat, serta topping emping atau peyek. Menariknya, tempat ini beroperasi 24 jam, menjadikannya pilihan ideal untuk sarapan atau makan malam. Berlokasi di Jalan Ciliwung Nomor 64, Darmo, Wonokromo, dengan harga mulai dari Rp 24.000 per porsi.

2. Nasi Uduk Khas Jakarta Rafa Zain. Bagi penggemar cita rasa Betawi autentik, Nasi Uduk Khas Jakarta Rafa Zain di Jalan Raya Lontar No. 210, Surabaya, menyajikan nasi uduk gurih dan pulen dengan aroma harum. Seporsi sudah dilengkapi tahu bali, bihun, dan tempe orek, ditambah kerupuk renyah. Tersedia aneka lauk utama mulai dari olahan ayam hingga telur, dengan bumbu yang meresap sempurna.

3. Dapoer Ngeboel. Warung ini berlokasi di Jalan Kalasan No. 20 dan menawarkan seporsi nasi uduk gurih mulai dari Rp 10.000, lengkap dengan mie, perkedel, dan telur dadar. Lauk tambahan seperti ayam goreng, telur bulat, atau sambal goreng ati tersedia dengan harga terjangkau. Dapoer Ngeboel buka dari pukul 06.30 hingga 14.00 WIB, cocok untuk sarapan.

4. Warung Berkah 99. Meskipun terkenal sebagai warung sambelan, Warung Berkah 99 di sekitar Kodam Surabaya juga menyajikan nasi uduk gurih dan harum. Seporsi nasi uduk dengan ayam goreng dibanderol sekitar Rp 21.000-an. Pilihan lauknya lengkap, termasuk ayam, bebek, tahu, tempe, jeroan, serta sate-satean dan pete goreng.

5. Nasi Uduk Jakarta Pak Yono. Menawarkan menu nasi uduk dengan ayam potong goreng, nila, bebek, hingga gurame, lengkap dengan sambal terasi dan lalapan. Rasanya mantap dengan harga terjangkau. Alamatnya di Jalan Raya Sambikerep No. 53, Sambikerep.

6. Nasi Uduk Monalisa. Nasi uduk ini memiliki cita rasa manis gurih yang nikmat, disajikan dengan aroma daun pandan dan sereh. Pilihan lauk meliputi paru goreng, tempe goreng, sambal terasi, lalapan, dan emping. Nasi Uduk Monalisa berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono No. 96, Pakis, Sawahan.

7. Nasi Uduk Bu Indah Kertajaya. Warung ini sering ramai pengunjung dan buka dari jam 6 pagi, cocok untuk sarapan. Nasi uduknya dilengkapi dengan beragam lauk-pauk seperti suwir daging ayam, tempe orek, dan telur rebus balado. Nasi Uduk Bu Indah terletak di Jalan Kertajaya No. 72, Gubeng.

8. Nasi Uduk Betawi. Kedai ini menyajikan nasi uduk dengan tambahan bihun goreng khas Jakarta. Pilihan lauknya mencakup bebek atau ayam remek, empal daging, hingga ati ampela, dengan rekomendasi tambahan bumbu kuning. Beralamat di Jalan Perum, Jalan Griya Babatan Mukti IX No. 25, Wiyung.

9. Nasi Uduk Bu Zaenab. Menawarkan nasi uduk dengan beragam lauk pauk di sebuah rumah makan sederhana, termasuk lele goreng, babat campur, dan ayam goreng, dengan harga mulai dari Rp 15.000. Lokasinya berada di Jalan Keputih Timur Nomor 73, Sukolilo, buka dari 06.30-21.00 WIB.

10. Nasi Uduk "Bu Tri" Spesial Ayam. Warung ini menyajikan nasi uduk dengan telur dan tahu tempe seharga mulai dari Rp 12.000. Tersedia juga pilihan lauk ayam laos, ayam goreng, ayam bakar, dan bandeng presto. Berlokasi di Jalan Mejoyo 2 Nomor 33, Rungkut, dan buka 24 jam.

Perkembangan kuliner tradisional seperti nasi uduk di Surabaya bukan hanya sekadar fenomena bisnis, melainkan juga cerminan pelestarian warisan budaya di tengah arus modernisasi. Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya secara aktif mempromosikan kuliner lokal untuk menyambut wisatawan, mengakui peran penting makanan tradisional dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Pameran industri makanan dan minuman berskala internasional di Surabaya, seperti EastFood-Indonesia International Food Exhibition (IIFEX) Surabaya 2025, turut melibatkan pelaku UMKM, menunjukkan komitmen terhadap pengembangan sektor ini. Tantangan yang dihadapi termasuk promosi yang kurang efektif dan minimnya minat generasi muda untuk meneruskan usaha kuliner tradisional. Namun, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan pengalaman wisata kuliner, memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan konsumsi lokal. Upaya ini menunjukkan bahwa nasi uduk, lebih dari sekadar hidangan, merupakan bagian vital dari identitas budaya dan motor penggerak ekonomi kreatif Surabaya di masa mendatang.