:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480061/original/060079200_1769014953-brooklyn_beckham.jpg)
Buku foto debut Brooklyn Beckham, "What I See," yang dirilis pada tahun 2017 dengan kritik pedas atas kualitas fotografinya, kini mengalami lonjakan harga yang mencengangkan di situs barang bekas, dengan beberapa edisi terjual hingga 1.677 persen lebih tinggi dari harga eceran aslinya. Fenomena ini menyoroti kompleksitas nilai di pasar koleksi selebriti, di mana kontroversi awal dan daya tarik merek pribadi dapat secara paradoks mendorong apresiasi suatu item dari waktu ke waktu.
"What I See" pertama kali diterbitkan pada tahun 2017 oleh Penguin Random House Children's di Inggris dan Rizzoli Universe di Amerika Serikat. Buku setebal 304 halaman ini menampilkan sekitar 300 foto pribadi yang diambil oleh atau tentang Brooklyn Beckham, disertai dengan tulisan tangannya. Harga eceran aslinya di AS adalah $22.50. Namun, saat dirilis, buku tersebut disambut dengan kritik luas dari kritikus seni dan fotografi. Banyak ulasan menyoroti kualitas gambar yang buruk, komposisi yang dipertanyakan, dan keterangan foto yang dianggap naif, dengan beberapa pihak secara terbuka menuduh bahwa kesepakatan penerbitan itu murni merupakan hasil nepotisme, mengingat status orang tuanya, David dan Victoria Beckham. Misalnya, Alice Jones, editor seni di i Newspaper, menjuluki foto-foto dan keterangannya "mengerikan". Penguin Random House Children's sempat membela buku tersebut, menyatakan bahwa itu adalah buku "untuk remaja, oleh remaja" yang memberikan wawasan unik ke dunia Beckham melalui perspektif kreatifnya.
Terlepas dari penerimaan kritis yang awalnya memprihatinkan, pasar sekunder kini menunjukkan dinamika yang berbeda. Salinan buku "What I See" telah muncul di berbagai platform daring dengan harga yang jauh lebih tinggi. Sebagai ilustrasi, sebuah salinan yang ditandatangani oleh Brooklyn Beckham, yang awalnya berharga $22.50, terdaftar di eBay seharga $399.99. Peningkatan ini merepresentasikan kenaikan sekitar 1.677 persen dari harga eceran awal. Platform lain seperti ThriftBooks juga mencatat harga jual yang lebih tinggi, dengan beberapa edisi dihargai sekitar $55.99 (hasil pencarian sebelumnya), menunjukkan apresiasi nilai yang lebih moderat namun tetap signifikan untuk salinan yang tidak ditandatangani.
Kenaikan nilai ini tidak hanya mencerminkan kelangkaan fisik, melainkan juga peran tak terbantahkan dari merek selebriti dalam ekonomi budaya. Barang koleksi selebriti sering kali memiliki nilai yang didorong oleh asosiasi dengan individu terkenal, bukan semata-mata oleh kualitas intrinsik produk itu sendiri. "Brooklyn Beckham memiliki jejak media sosial yang masif dengan lebih dari 9 juta pengikut di Instagramnya saja," demikian deskripsi buku tersebut, menunjukkan bahwa daya tarik penggemar yang besar sudah menjadi faktor saat publikasi. Pakar ekonomi budaya berpendapat bahwa kontroversi atau keunikan suatu item yang terkait dengan selebriti dapat menciptakan narasi yang menarik bagi kolektor, mengubahnya dari objek kritik menjadi artefak budaya. Proses apresiasi ini, yang didefinisikan sebagai kesadaran seseorang terhadap nilai suatu barang atau penghargaan terhadapnya, dapat terjadi ketika harga pasar naik dan permintaan meningkat. Dalam kasus ini, buku yang awalnya dicemooh mungkin telah melampaui kritik artistik dan memasuki ranah memorabilia selebriti, di mana nilainya didikte oleh koneksi terhadap figur publik dan sejarah budayanya.
Implikasi jangka panjang dari fenomena ini melampaui pasar buku dan menyoroti dinamika yang lebih luas dalam budaya konsumerisme dan koleksi. Barang-barang yang terkait dengan selebriti, bahkan yang awalnya tidak dianggap memiliki nilai artistik tinggi, dapat bertransformasi menjadi investasi atau benda koleksi yang dicari karena kelangkaan, sejarah unik, atau evolusi persepsi publik terhadap figur yang bersangkutan. Hal ini menggarisbawahi bahwa dalam "ekonomi pengalaman" saat ini, narasi dan koneksi emosional sering kali lebih berharga daripada kualitas obyektif, membentuk kembali cara pasar mengapresiasi dan memberi harga pada barang-barang gaya hidup.