Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Obgyn Pecahkan Mitos Keramas Bikin Menstruasi Berhenti, Ini Faktanya

2026-01-18 | 02:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T19:40:27Z
Ruang Iklan

Obgyn Pecahkan Mitos Keramas Bikin Menstruasi Berhenti, Ini Faktanya

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) secara konsisten menegaskan bahwa keramas tidak memiliki hubungan kausal dengan terhentinya siklus menstruasi, membantah mitos yang masih beredar luas di tengah masyarakat. Pernyataan ini bertujuan untuk meluruskan kesalahpahaman yang berpotensi menghambat praktik kebersihan diri esensial selama periode menstruasi dan memiliki implikasi serius terhadap kesehatan reproduksi perempuan.

Mitos mengenai larangan keramas saat menstruasi telah mengakar dalam berbagai budaya selama beberapa generasi, seringkali didasari oleh kepercayaan turun-temurun tanpa landasan ilmiah yang kuat. Banyak perempuan di Indonesia masih mempercayai bahwa keramas saat haid dapat menyebabkan gangguan pada aliran darah menstruasi, sakit kepala, atau bahkan masalah kesehatan reproduksi jangka panjang. Padahal, mekanisme fisiologis menstruasi diatur oleh fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang mempersiapkan lapisan rahim untuk kehamilan. Proses ini sepenuhnya internal dan tidak dipengaruhi oleh aktivitas eksternal seperti keramas atau mandi. Air dan sampo hanya bersentuhan dengan bagian luar tubuh dan kulit kepala, yang tidak memiliki koneksi langsung dengan organ reproduksi internal atau sistem endokrin yang mengatur siklus menstruasi.

Dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, seorang seksolog dan dokter spesialis kandungan terkemuka, telah berulang kali meluruskan mitos ini, menekankan pentingnya menjaga kebersihan tubuh, termasuk rambut dan kulit kepala, selama menstruasi. Ia menjelaskan bahwa tidak ada bukti medis atau penelitian ilmiah yang mendukung klaim bahwa keramas dapat menghentikan menstruasi atau menyebabkan efek samping negatif lainnya. Sebaliknya, menjaga kebersihan pribadi, termasuk mandi dan keramas secara teratur, menjadi semakin krusial selama menstruasi untuk mencegah bau badan, infeksi bakteri, dan iritasi kulit, terutama di area kewanitaan yang lebih rentan saat penggunaan pembalut.

Penelitian terbatas mengenai prevalensi mitos kesehatan reproduksi di Indonesia menunjukkan bahwa masih banyak perempuan, khususnya di daerah pedesaan, yang terpapar informasi keliru. Sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal mengidentifikasi bahwa pengetahuan tentang kebersihan diri saat menstruasi masih perlu ditingkatkan di kalangan remaja putri. Kesalahpahaman semacam ini berpotensi menyebabkan perempuan menghindari mandi atau keramas, yang dapat menurunkan standar kebersihan pribadi mereka dan meningkatkan risiko masalah kulit kepala atau bahkan infeksi.

Implikasi jangka panjang dari berlanjutnya mitos ini mencakup hambatan dalam edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif. Ketika mitos-mitos tidak berdasar mendominasi pemahaman publik, upaya untuk menyebarkan informasi berbasis bukti menjadi terhambat. Organisasi kesehatan global, termasuk WHO, secara konsisten menekankan pentingnya kebersihan menstruasi yang baik sebagai bagian integral dari kesehatan dan martabat perempuan. Ini mencakup akses terhadap air bersih, fasilitas sanitasi, dan produk kebersihan menstruasi yang layak, serta pemahaman yang akurat tentang fisiologi tubuh. Mendorong praktik kebersihan yang benar selama menstruasi bukan hanya tentang mencegah penyakit, tetapi juga tentang memberdayakan perempuan untuk mengelola kesehatan mereka dengan percaya diri dan tanpa rasa malu atau batasan yang tidak perlu.

Edukasi yang berkelanjutan dan terarah dari tenaga medis profesional, didukung oleh kampanye kesehatan masyarakat, krusial untuk memberantas mitos-mitos yang merugikan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang fakta ilmiah, perempuan dapat membuat keputusan yang tepat mengenai kesehatan mereka, memastikan bahwa praktik kebersihan diri yang optimal senantiasa terjaga, terlepas dari siklus biologis.