:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468961/original/086247600_1768038955-Screenshot_2026-01-10_165532.png)
Kota Surakarta pada awal 2026 terus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi gastronomi penting di Jawa Tengah, dengan konsep makan prasmanan tradisional yang tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan maupun penduduk lokal. Pertumbuhan pesat sektor kuliner di kota ini, meskipun disorot oleh Wali Kota Surakarta Respati Ardi Achmad Ardianto yang mencatat penambahan 174 kedai kopi baru hingga akhir 2025, juga meresap ke dalam segmen rumah makan tradisional yang menawarkan kekayaan cita rasa Nusantara. Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Wening Damayanti, menegaskan bahwa kuliner merupakan aset penting bagi pariwisata Solo, dengan banyak tamu hotel yang sengaja datang untuk berwisata kuliner, mencari cita rasa tradisional, dan menikmati hidangan yang lekat dengan nilai sejarah.
Konsep prasmanan, yang memungkinkan pengunjung memilih hidangan sesuai selera, memiliki akar budaya yang kuat dalam tradisi makan masyarakat Jawa Tengah dan terus beradaptasi dengan tuntutan modern. Fenomena ini tidak hanya mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal tetapi juga memperkuat identitas Solo sebagai kota kuliner, sebagaimana tercermin dalam acara seperti Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2025 yang menampilkan lebih dari 500 varian makanan tradisional. Dinas Perdagangan Kota Solo, melalui Kepala Dinas Arif Handoko, mengakui peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata turut mendorong tingginya permintaan di sektor usaha kuliner.
Berikut adalah sepuluh rekomendasi tempat makan prasmanan di Solo yang diprediksi akan tetap menjadi pilihan favorit dan wajib dicoba sepanjang 2026.
Dapur Solo Hj. Indrat, dengan lokasinya di Jalan Adi Sucipto, Karangasem, menawarkan prasmanan masakan Jawa yang lengkap dalam suasana tenang dan nyaman, menjadikannya pilihan ideal bagi keluarga atau mahasiswa. Tempat ini terkenal dengan pilihan lauk pauk berlimpah seperti sayur lodeh, ayam bacem, dan sambal khas Solo, dengan kisaran harga Rp25.000–Rp50.000 per orang.
Rumah Makan Kemuning di Jalan Praon, Nusukan, menyajikan menu seperti Urap Sayur, Lodeh Tahu Tempe Telur, Ayam Goreng, dan Daun Singkong, buka dari pagi hingga sore hari.
Pecel Solo Resto yang terletak di Jalan Prof. DR. Supomo Nomor 55, Mangkubumen, terkenal dengan menu utama pecel Solo legendarisnya, dilengkapi berbagai lauk pendamping seperti sate kere, tahu bacem, dan aneka gorengan. Restoran ini menawarkan puluhan menu lain seperti Sop Buntut dan Selat Solo. Harga di Pecel Solo Resto mulai dari Rp20.000 per orang.
Warung Makan Bu Zaenal, sebuah rumah makan prasmanan sederhana di Jalan Ronggowarsito Nomor 63, Keprabon, dikenal dengan hidangan rumahan seperti Nasi Terik dan Nasi Lodeh Kluwih.
Warung Makan Prasmanan Bu Citro, berlokasi di Jl. Slamet Riyadi No. 123, menyajikan beragam lauk pauk khas rumahan dengan cita rasa otentik seperti ayam goreng dan sayur lodeh, dengan harga mulai Rp15.000 per orang.
Rumah Makan Adem Ayem, restoran legendaris di Jl. Slamet Riyadi No. 245, menawarkan prasmanan dengan menu andalan ayam goreng dan gudeg khas Solo, cocok untuk makan bersama keluarga dengan suasana nyaman. Harga di sini mulai dari Rp25.000 per orang.
Warung Makan Prasmanan Mbak Marni di Jl. Gatot Subroto No. 100, dikenal dengan masakan Jawa yang otentik, menyediakan aneka sayur mayur, lauk pauk, dan sambal dengan harga terjangkau, mulai dari Rp18.000 per orang.
Wedangan Mantap, berlokasi di Jalan Sugiyopranoto Nomor 12, menawarkan suasana santai tradisional di mana pengunjung bisa mengambil lauk sepuasnya, termasuk gorengan dan sate-satean. Pilihan menu yang beragam dan harganya yang bersahabat sekitar Rp25.000–Rp50.000 menjadikannya tempat favorit untuk nongkrong malam.
Warteg Bolodewe di Jalan MT Haryono Nomor 15, Manahan, populer karena variasi lauknya yang melimpah, dari nasi rames hingga pisang goreng coklat keju, dan buka hingga larut malam.
Tirai Bamboe Restaurant yang terletak di JL. Teuku Umar No.6 Keprabon Banjarsari, menawarkan menu prasmanan dengan hidangan khas Nusantara hingga Chinese food, sangat cocok untuk rombongan karena tempatnya yang luas dan nyaman.
Keberlanjutan popularitas rumah makan prasmanan ini tidak hanya menunjukkan preferensi konsumen terhadap masakan rumahan otentik yang terjangkau, tetapi juga peran vitalnya dalam menjaga warisan kuliner lokal dan mendukung ekosistem ekonomi kreatif di Solo. Seiring dengan upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat citra kota sebagai destinasi pariwisata budaya dan kuliner, seperti yang terlihat dari inisiatif untuk mendukung UMKM dan festival kuliner, tempat-tempat makan prasmanan ini akan terus menjadi pilar penting yang menjamin pengalaman gastronomi yang kaya dan berkesan bagi setiap pengunjung. Tantangan seperti penataan parkir yang disoroti oleh Wali Kota Respati Ardi Achmad Ardianto untuk sektor kafe, juga menjadi pertimbangan umum bagi pertumbuhan infrastruktur kuliner di masa depan, meskipun konteksnya lebih luas.