
Meskipun kepercayaan bahwa keramas dapat menghentikan aliran menstruasi telah lama menjadi mitos yang beredar di masyarakat, terutama di Indonesia, pakar kesehatan reproduksi menegaskan bahwa fenomena yang dirasakan sebagian perempuan ini sebenarnya memiliki penjelasan medis yang rasional dan tidak mengindikasikan penghentian siklus haid yang sebenarnya. Persepsi perubahan aliran darah menstruasi setelah keramas atau mandi air hangat lebih berkaitan dengan respons fisiologis tubuh terhadap perubahan suhu dan gravitasi, bukan penghentian total proses menstruasi.
Mitos ini seringkali menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu bagi perempuan, yang mungkin menghindari keramas saat haid karena takut darah akan "naik kembali" atau mengganggu siklus. Namun, Dr. Fita Indah Sari, Sp.OG, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, menjelaskan bahwa secara medis tidak ada hubungan langsung antara mencuci rambut dan penghentian menstruasi. "Aliran darah menstruasi diatur oleh hormon dan kontraksi uterus, bukan oleh faktor eksternal seperti air atau keramas. Yang mungkin dirasakan adalah perubahan volume darah yang keluar sementara," ungkapnya. Ketika seseorang mandi air hangat atau keramas, suhu air dapat menyebabkan pembuluh darah di kulit melebar (vasodilatasi). Namun, untuk pembuluh darah di rahim, paparan air hangat tidak secara langsung menghentikan kontraksi otot rahim yang mendorong peluruhan dinding rahim. Sebaliknya, perubahan suhu tubuh secara keseluruhan mungkin memengaruhi sirkulasi darah minor dan sensasi aliran.
Penjelasan yang lebih relevan terkait persepsi ini adalah efek gravitasi dan suhu air. Saat mandi atau keramas, terutama dalam posisi berdiri, gravitasi bekerja lebih efektif menarik cairan menstruasi keluar dari vagina. Namun, ketika tubuh terendam air atau berada di bawah pancuran, tekanan air dapat memberikan efek sementara yang mengurangi kecepatan keluarnya darah. Dr. Fita menambahkan bahwa sensasi darah yang "berhenti" atau "berkurang" saat mandi juga dapat disebabkan oleh efek pengenceran. "Darah yang bercampur dengan air akan terlihat lebih encer dan menyebar, sehingga memberikan kesan volume yang berkurang, padahal sebenarnya tidak," jelasnya. Selain itu, air hangat dapat membuat tubuh lebih rileks, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi kontraksi uterus menjadi sedikit lebih longgar sementara, namun ini tidak berarti menstruasi berhenti.
Mitos-mitos seputar menstruasi, termasuk kepercayaan mengenai keramas, memiliki akar sejarah dan budaya yang dalam di berbagai masyarakat. Seringkali, mitos ini berasal dari kurangnya pemahaman ilmiah tentang anatomi dan fisiologi tubuh perempuan di masa lalu, serta adanya stigma negatif terhadap menstruasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai badan kesehatan global secara konsisten mengadvokasi pentingnya pendidikan kesehatan menstruasi yang akurat untuk memberdayakan perempuan dan anak perempuan agar memahami tubuh mereka serta menghilangkan praktik yang tidak perlu atau berbahaya. "Mitos semacam ini dapat menghambat kebersihan diri yang optimal dan secara tidak langsung memengaruhi kualitas hidup perempuan selama menstruasi," kata seorang ahli kesehatan masyarakat yang fokus pada kesehatan reproduksi, yang menyoroti dampak jangka panjang pada praktik kebersihan dan kesehatan mental perempuan.
Implikasi dari berlanjutnya mitos ini tidak hanya terbatas pada kebersihan pribadi. Dalam konteks yang lebih luas, hal ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan literasi kesehatan reproduksi yang lebih baik di masyarakat. Pemahaman yang keliru dapat menyebabkan keputusan yang tidak tepat terkait kesehatan, seperti menghindari mandi atau keramas, yang justru dapat meningkatkan risiko infeksi atau masalah kulit. Dengan data spesifik dari survei-survei nasional menunjukkan bahwa masih banyak perempuan muda yang terpapar informasi keliru seputar menstruasi, edukasi berbasis bukti dan akses ke sumber informasi terpercaya menjadi krusial untuk menyingkirkan mitos demi kesehatan menstruasi yang lebih baik. Para profesional kesehatan terus menekankan bahwa kebersihan diri, termasuk keramas dan mandi teratur, adalah bagian penting dari menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk selama periode menstruasi.