Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terobosan Hak Penumpang Pesawat Eropa: Kompensasi Delay dan Aturan Bagasi Ditingkatkan

2026-01-23 | 07:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T00:58:59Z
Ruang Iklan

Terobosan Hak Penumpang Pesawat Eropa: Kompensasi Delay dan Aturan Bagasi Ditingkatkan

Parlemen Eropa telah memperkuat posisinya dalam merevisi hak-hak penumpang pesawat di seluruh Uni Eropa, memilih pada 21 Januari 2026 untuk mempertahankan kompensasi penundaan penerbangan yang ada dan memberlakukan aturan baru terkait bagasi kabin. Keputusan ini menolak upaya negara-negara anggota Uni Eropa untuk mengurangi perlindungan konsumen, menyiapkan panggung untuk negosiasi lanjutan yang krusial antara Parlemen, Dewan Eropa, dan Komisi Eropa.

Perdebatan mengenai modernisasi Peraturan (EC) No 261/2004, yang telah berlaku sejak tahun 2005, telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Komisi Eropa pertama kali mengusulkan revisi pada tahun 2013, namun proses legislatif terhenti selama bertahun-tahun. Momentum untuk memperbarui peraturan tersebut kembali muncul pada tahun 2024-2025, terutama setelah pandemi COVID-19 yang mengungkap celah dan inkonsistensi dalam penerapan hak-hak penumpang.

Saat ini, Parlemen Eropa bersikukuh pada ambang batas penundaan tiga jam agar penumpang berhak atas kompensasi, dengan jumlah berkisar antara 300 hingga 600 euro tergantung jarak penerbangan. Posisi ini secara langsung menentang proposal Dewan Eropa yang ingin menaikkan ambang batas penundaan menjadi empat jam untuk penerbangan di bawah 3.500 km dan enam jam untuk penerbangan jarak jauh, dengan kompensasi yang juga lebih rendah. Perubahan yang diusulkan Dewan tersebut akan mengakibatkan lebih dari 80% penerbangan tidak lagi memenuhi syarat untuk kompensasi, menurut advokat hak penumpang AirHelp, yang menekankan bahwa ambang batas tiga jam adalah insentif penting bagi maskapai untuk meminimalkan keterlambatan.

Selain kompensasi penundaan, Parlemen Eropa juga mendorong aturan yang lebih jelas terkait bagasi kabin. Anggota Parlemen Eropa (MEP) mendukung hak penumpang untuk membawa satu barang pribadi (seperti tas tangan, ransel, atau tas laptop) dan satu tas tangan kecil (seperti tas troli) ke dalam pesawat secara gratis. Tas tangan kecil ini memiliki batasan dimensi gabungan maksimum 100 cm dan berat 7 kg. Proposal ini bertujuan untuk mengatasi biaya tambahan yang seringkali tidak transparan yang dikenakan oleh maskapai, terutama maskapai berbiaya rendah, untuk bagasi kabin.

MEP juga mendukung langkah-langkah tambahan untuk memperkuat hak-hak penumpang. Ini termasuk larangan biaya tambahan untuk koreksi kesalahan ejaan nama pada tiket, biaya check-in di bandara, dan biaya pemilihan kursi bagi anak di bawah 14 tahun atau penumpang dengan mobilitas terbatas dan pendamping mereka. Untuk menyederhanakan proses klaim, maskapai akan diwajibkan untuk menyediakan formulir kompensasi dan penggantian yang telah diisi sebelumnya kepada penumpang yang terkena dampak dalam waktu 48 jam setelah gangguan, dan penumpang akan memiliki waktu satu tahun untuk mengajukan klaim.

Parlemen juga menyerukan daftar "keadaan luar biasa" yang lebih jelas dan komprehensif (seperti bencana alam, perang, cuaca buruk, atau perselisihan perburuhan yang tidak terduga) yang dapat membebaskan maskapai dari kewajiban kompensasi. Daftar ini diharapkan akan diperbarui secara berkala oleh Komisi Eropa untuk meningkatkan kepastian hukum. Kewajiban maskapai untuk memberikan perawatan kepada penumpang yang terlantar, termasuk minuman setelah dua jam, makanan setelah tiga jam, dan akomodasi hotel hingga tiga malam selama penundaan panjang, juga akan dipertahankan.

Asosiasi maskapai penerbangan, seperti IATA, Airlines for Europe (A4E), dan European Regional Airlines Association (ERA), telah mengkritik posisi Parlemen, memperingatkan bahwa proposal tersebut mengabaikan dampak biaya dan realitas operasional. Mereka berpendapat bahwa pengetatan aturan hak-hak penumpang dapat menyebabkan peningkatan biaya perjalanan dan mengurangi daya saing, dengan biaya peraturan EU261 saat ini diperkirakan mencapai 8,1 miliar euro per tahun. Mereka juga menyatakan keprihatinan tentang dampak pada kapasitas kargo, konektivitas, dan kelayakan rute.

Dengan Parlemen Eropa yang telah mengadopsi posisinya secara tegas, bola kini berada di tangan Dewan Eropa untuk menyepakati mandat negosiasi yang diperbarui. Proses legislatif akan bergerak ke tahap "trilogue", di mana perwakilan dari Parlemen, Dewan, dan Komisi akan bernegosiasi untuk mencapai teks akhir. Hasil dari negosiasi ini akan membentuk kembali lanskap perjalanan udara di Eropa, dengan implikasi signifikan bagi jutaan penumpang yang mengandalkan perlindungan hukum saat menghadapi gangguan perjalanan. Tujuannya adalah untuk menciptakan kerangka kerja hak-hak penumpang yang lebih sederhana dan jelas, sekaligus menyeimbangkan tingkat perlindungan yang tinggi bagi penumpang dengan menjaga konektivitas dan persaingan yang sehat dalam sektor penerbangan.