Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dumbbell 2 Kg di Anus Pasien: Dokter Ungkap Fakta Medis Mengejutkan

2025-11-28 | 09:04 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T02:04:11Z
Ruang Iklan

Dumbbell 2 Kg di Anus Pasien: Dokter Ungkap Fakta Medis Mengejutkan

Sebuah kasus medis langka dan mengejutkan dilaporkan terjadi di Pennsylvania, Amerika Serikat, di mana dokter berhasil mengeluarkan sebuah dumbel gym seberat 2 kilogram dari rektum seorang pasien pria. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus benda asing yang ditemukan dalam tubuh pasien dan sempat membuat tim medis terheran-heran.

Pasien, seorang pria berusia 50 tahun, tiba di unit gawat darurat sebuah rumah sakit di Pennsylvania dengan keluhan nyeri perut bagian bawah dan ketidaknyamanan yang telah berlangsung selama empat jam. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya nyeri tekan ringan di kuadran kiri bawah perut. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut termasuk radiografi abdomen biplanar, tim medis menemukan bayangan benda asing radiodense berbentuk silinder yang konsisten dengan sebuah dumbel gym seberat 5 pon atau sekitar 2,2 kilogram, yang tertahan di dalam rektum pasien.

Menurut laporan studi kasus yang diterbitkan dalam International Journal of Surgery Case Reports dan jurnal Cureus, pasien mengaku keluhan tersebut muncul setelah ia melakukan praktik seksual yang tidak biasa. Tim bedah segera dikonsultasikan untuk penanganan darurat.

Prosedur pengeluaran dumbel dilakukan secara non-bedah. Pasien diberikan obat penenang ringan agar tetap sadar namun rileks selama proses berlangsung. Dengan teknik manual, dokter menekan perut pasien dari luar untuk membantu mendorong dumbel, sambil melakukan manuver rektal. Upaya ini berhasil mengeluarkan dumbel tanpa memerlukan tindakan pembedahan besar.

Pasca-prosedur, pasien hanya mengalami sedikit perdarahan di area anus, namun pemeriksaan menunjukkan otot sfingter rektalnya masih berfungsi dengan baik. Ia kemudian dipantau di unit gawat darurat selama kurang lebih enam jam. Setelah dipastikan tidak lagi merasakan nyeri perut, dapat menerima makanan per oral, dan buang air kecil tanpa kesulitan, pasien akhirnya diizinkan pulang ke rumah.

Kasus benda asing yang ditemukan di rektum bukanlah hal baru di unit gawat darurat, meskipun kejadian seperti ini tergolong jarang dan seringkali pasien kurang terbuka mengenai detail kejadiannya karena rasa malu. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan cepat dan tepat dalam situasi medis yang tidak biasa untuk menghindari komplikasi serius.