Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kelana Loka Balai Kirti Hadir Lagi: Walking Tour Eksklusif Menguak Kisah Tak Terduga Presiden RI

2025-12-05 | 08:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-05T01:03:42Z
Ruang Iklan

Kelana Loka Balai Kirti Hadir Lagi: Walking Tour Eksklusif Menguak Kisah Tak Terduga Presiden RI

Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti kembali menyelenggarakan program edukatif dan kreatif bertajuk "Kelana Loka: Perjalanan Menjelajahi Nilai, Alam, dan Kreativitas Indonesia", yang berlangsung mulai 30 November hingga 7 Desember 2025. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, di Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yang berlokasi di dalam Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Salah satu daya tarik utama "Kelana Loka" adalah "Walking Tour Kepresidenan" yang mengusung tema "Kisah dari Kebun". Tur jalan kaki ini dirancang untuk menjelajahi destinasi bersejarah sambil menghadirkan rute tematik seputar kisah dan sisi lain para Presiden Indonesia. Linda Siagian, Penanggung Jawab Unit Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan nilai sejarah, alam, dan kreativitas dalam satu wadah.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, terbukti dari Walking Tour yang digelar pada 30 November 2025 yang diikuti oleh 250 peserta, bahkan dengan adanya daftar tunggu. Jumlah ini meningkat signifikan dari penyelenggaraan sebelumnya yang biasanya hanya mengakomodasi 25 peserta. Linda Siagian menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan program bulanan, melainkan acara berkala yang digelar dua hingga tiga kali dalam setahun, dengan satu gelaran besar setiap tahun. Tujuannya adalah untuk menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal sejarah kepresidenan dan menumbuhkan cinta tanah air serta motivasi dari kisah para pemimpin bangsa.

Selain Walking Tour Kepresidenan, "Kelana Loka" juga menyajikan berbagai kegiatan lain. Ada "Panggung Lestari", sebuah program diskusi yang dilaksanakan pada 3 Desember 2025, menghadirkan narasumber Guruh Sukarno Putra dan Endang Sumitra. Diskusi bertema "Membangun dari Kebun" ini mengeksplorasi kisah inspiratif para pemimpin dan tokoh bangsa yang peduli terhadap lingkungan. Guruh Sukarno Putra, putra kelima Ir. Soekarno, secara khusus menceritakan bagaimana bunga, seperti anggrek yang digunakan dalam diplomasi Indonesia-Korea Utara pada masa Presiden Soekarno, menjadi alat diplomasi yang penting.

Untuk pengunjung anak-anak, tersedia "Petualangan di Balai Kirti" yang meliputi kegiatan mendongeng dan melukis kue, bekerja sama dengan Komunitas Dongeng Kota Hujan dan Little Bom-Bom, yang dijadwalkan pada 6 Desember 2025. Tak ketinggalan, ada juga berbagai lokakarya (workshop) kreatif seperti Workshop Membatik berkolaborasi dengan Handayani Geulis Batik Bogor dan Workshop Pottery bersama Yara Pottery, serta sebuah bazar.

Indira Esti Nurjadin berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk mengunjungi museum, menunjukkan bahwa museum kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi, tetapi juga dapat menghadirkan berbagai aktivitas publik yang edukatif dan menarik. Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti sendiri digagas oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2012 dan diresmikan pada 18 Oktober 2014, dengan nama "Balai Kirti" yang berarti "Ruang menyimpan kemahsyuran" atau bangunan yang memiliki berbagai benda bersejarah dari perjalanan kepemimpinan para Presiden Republik Indonesia.