Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gagal Ginjal: Efek Samping Fatal Obsesi Rambut Kpop Bulanan

2025-11-27 | 04:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T21:53:36Z
Ruang Iklan

Gagal Ginjal: Efek Samping Fatal Obsesi Rambut Kpop Bulanan

Seorang wanita berusia 20 tahun asal Provinsi Henan, Tiongkok, dilaporkan menderita radang ginjal serius akibat kebiasaannya mewarnai rambut hampir setiap bulan demi meniru penampilan idola K-pop favoritnya. Wanita yang diidentifikasi bernama Hua ini adalah penggemar fanatik yang rutin mengunjungi salon untuk mengganti warna rambutnya setiap kali idolanya mengubah gaya.

Kebiasaan ekstrem ini berakhir dengan diagnosis nefritis, atau peradangan pada jaringan ginjal, setelah Hua mulai mengalami gejala seperti bintik-bintik merah di kakinya, nyeri sendi, dan sakit perut. Dr. Tao Chenyang dari Rumah Sakit Rakyat Zhengzhou, yang menangani kasus Hua, menjelaskan bahwa pewarna rambut mengandung racun yang dapat menyebabkan gagal ginjal, masalah pernapasan, dan bahkan meningkatkan risiko kanker.

Bahan kimia utama yang menjadi perhatian dalam pewarna rambut adalah para-fenilendiamin (PPD) dan aminofenol, yang dikenal bersifat toksik bagi ginjal. Selain itu, beberapa produk pewarna rambut juga diketahui mengandung logam berat seperti timbal dan merkuri, yang berdampak buruk bagi kesehatan. Ketika bahan-bahan kimia ini bersentuhan dengan kulit kepala, mereka dapat diserap ke dalam aliran darah dan akhirnya mencapai ginjal. Paparan berulang terhadap zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan ginjal, mengganggu fungsinya, dan memicu kondisi peradangan atau disfungsi ginjal.

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa penggunaan pewarna rambut yang berlebihan dan dalam jangka panjang dapat membebani kerja ginjal dalam menyaring racun, berpotensi menyebabkan gagal ginjal akut. Studi menunjukkan bahwa PPD, jika diserap dalam jumlah besar, dapat memicu rhabdomyolysis dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Meskipun belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan penggunaan pewarna rambut secara langsung menyebabkan gagal ginjal jika digunakan sesekali, risiko akan meningkat drastis dengan frekuensi tinggi dan penggunaan produk yang tidak aman.

Kasus Hua menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama kalangan muda, untuk membatasi frekuensi pewarnaan rambut. Para profesional kesehatan menyarankan agar pewarnaan rambut tidak dilakukan lebih dari beberapa kali dalam setahun dan selalu mengikuti petunjuk penggunaan produk dengan cermat untuk meminimalkan risiko kesehatan.