:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4951291/original/093744100_1727137605-WhatsApp_Image_2024-09-24_at_06.22.05__1_.jpeg)
Kanker kolorektal, yang terjadi pada usus besar dan rektum, merupakan salah satu jenis kanker yang patut diwaspadai, dengan kasus yang dilaporkan terus meningkat, bahkan pada generasi muda. Para ahli kesehatan menekankan peran penting pola makan dan minuman dalam mengurangi risiko penyakit ini. Grace Yanti, ahli gizi senior di Mount Elizabeth Hospital, Singapura, menyatakan bahwa apa yang dikonsumsi memainkan peran besar dalam risiko kanker kolorektal dan kesehatan usus secara keseluruhan. Hingga 70 persen kasus kanker kolorektal sebenarnya dapat dicegah dengan perubahan pola makan dan gaya hidup sehat. Berikut adalah enam kategori makanan dan minuman yang direkomendasikan untuk pencegahan kanker kolorektal:
1. Sayuran Hijau dan Cruciferous
Sayuran seperti brokoli, kale, kubis, kembang kol, asparagus, dan bayam merupakan "makanan super" pencegah kanker kolorektal. Sayuran cruciferous mengandung senyawa seperti sulforaphane yang membantu mengurangi risiko kanker dengan mendukung enzim detoksifikasi dan mengatur pertumbuhan sel. Sementara itu, asparagus dan bayam kaya akan folat, serat, dan karotenoid, yang dalam studi besar dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah. Sayuran secara umum mengandung zat alami (fitokimia) yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker atau melawan peradangan.
2. Kopi
Kopi telah dikaitkan dengan penurunan risiko kambuh dan kematian pada pasien kanker kolorektal. Sebuah studi dalam Journal of Clinical Oncology menemukan bahwa pasien kanker kolorektal stadium III yang minum setidaknya empat cangkir kopi per hari memiliki risiko kambuh 42 persen lebih rendah dan risiko kematian 33 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi. Konsumsi kopi moderat juga mendukung kesehatan metabolik. Kopi mengandung senyawa bioaktif seperti antioksidan (polifenol), kafein yang mempercepat pergerakan usus, dan asam klorogenat yang memiliki sifat antiradang dan mendukung mikrobiota usus. Penelitian lain menunjukkan bahwa minum 2-4 cangkir kopi per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar hingga 26 persen.
3. Kacang-kacangan (Termasuk Polong-polongan dan Kacang Pohon)
Kacang-kacangan seperti lentil, kacang hitam, buncis, kacang merah, dan kacang chickpea kaya akan serat, pati resisten, protein nabati, vitamin B, dan vitamin E. Konsumsi rutin kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal, dan beberapa jenis kacang menghasilkan asam lemak rantai pendek yang bermanfaat di usus. Mengonsumsi sekitar 100 gram kacang-kacangan jenis polong setiap hari dapat menurunkan risiko terkena kanker usus hingga 21 persen. Kacang pohon seperti kenari, almond, mete, hazelnut, dan pistachio juga merupakan sumber lemak sehat, serat, antioksidan, dan vitamin yang membantu mencegah kanker usus besar serta memiliki efek anti-inflamasi yang mendukung kesehatan usus.
4. Ikan Berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel kaya akan asam lemak omega-3, yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi. Studi observasional menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang lebih tinggi mungkin terkait dengan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah. Mengonsumsi ikan sebagai bagian dari diet seimbang juga didukung oleh manfaat kardiovaskular dan pencegahan kanker.
5. Buah Beri dan Buah-buahan Utuh Lainnya
Buah-buahan seperti beri, apel, jeruk, pir, dan pisang merupakan sumber serat dan fitokimia yang penting. Buah beri mengandung sifat antioksidan yang berkaitan dengan penurunan risiko kanker; dalam sebuah penelitian, ekstrak bilberry dapat menurunkan sel kanker kolorektal sebesar 7 persen pada 25 orang. Apel kaya akan polifenol yang memiliki sifat antikanker dan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Pisang juga disebutkan dapat mengurangi risiko kanker kolorektal hingga 72 persen dengan konsumsi teratur. Jambu biji, dengan kandungan vitamin C, fenol, flavonoid, dan karotenoid, melindungi sel-sel usus besar dari serangan sel kanker.
6. Biji-bijian Utuh
Biji-bijian utuh seperti roti gandum, beras merah, oats, quinoa, dan barley adalah sumber serat yang sangat baik. Serat tidak hanya berkaitan dengan kelancaran buang air besar, tetapi juga mendukung kesehatan usus dan menjadi perisai penting melawan kanker kolorektal. Makanan tinggi serat ini meningkatkan kesehatan pencernaan dan menjaga kelancaran proses pencernaan.
Mengadopsi pola makan yang kaya akan makanan dan minuman pencegah kanker ini, di samping gaya hidup aktif dan menjaga berat badan sehat, adalah langkah krusial dalam mengurangi risiko kanker kolorektal.