Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terungkap: Penyebab Kematian Pria dengan 9 Kg Tinja di Perut, Penjelasan Dokter

2025-11-24 | 13:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-24T06:21:15Z
Ruang Iklan

Terungkap: Penyebab Kematian Pria dengan 9 Kg Tinja di Perut, Penjelasan Dokter

Seorang pria berusia 41 tahun bernama James Stewart meninggal dunia pada 15 November 2024, setelah mengalami sembelit ekstrem selama berbulan-bulan yang menyebabkan penumpukan feses seberat 9 kilogram di perutnya. Kondisi ini, yang dikenal sebagai impaksi feses parah, menyebabkan penyumbatan pada usus besar dan komplikasi fatal.

James Stewart, yang memiliki disabilitas intelektual dan riwayat sembelit kronis, tinggal di sebuah fasilitas perawatan karena membutuhkan pengawasan dan bantuan harian. Ia juga diketahui mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping gastrointestinal berat, yang dapat memperburuk kondisi sembelitnya.

Pihak keluarga Stewart mengajukan gugatan terhadap fasilitas perawatan, Clear Skies Ahead, di Bazetta Township. Mereka mengklaim bahwa staf fasilitas tersebut gagal menanggapi berbagai tanda dan gejala yang dialami James, seperti perut yang membesar, memar, keluhan sakit perut berulang, dan perubahan perilaku. Menurut gugatan, James "tidak buang air besar selama beberapa minggu hingga sebulan" sebelum kematiannya. Keluarga menuduh staf tidak menghubungi kerabat atau tenaga kesehatan meskipun kondisi James memburuk. Bahkan sehari sebelum kematiannya, dua staf dilaporkan menghadiri sesi telehealth psikiatri dengan James tetapi tidak melaporkan gejalanya.

Tim medis yang melakukan autopsi menemukan usus besar James tersumbat dengan tinja yang mengeras. Kondisi ini memicu tension pneumoperitoneum, yaitu akumulasi udara di rongga perut akibat robekan kecil pada dinding usus yang disebabkan oleh tekanan. Akumulasi feses yang sangat besar ini memberikan tekanan berlebihan pada organ internal.

Dokter menjelaskan bahwa impaksi feses adalah massa feses besar dan keras yang tersangkut di usus besar atau rektum dan tidak dapat dikeluarkan. Kondisi ini dapat menjadi sangat serius dan berakibat fatal jika tidak ditangani. Sembelit kronis adalah penyebab umum impaksi feses. Faktor risiko lainnya termasuk kurangnya aktivitas fisik, obat-obatan tertentu (seperti opioid), dan kebiasaan menahan buang air besar.

Meskipun dalam kasus James Stewart penyebab utama yang dituduhkan adalah kelalaian perawatan, secara umum, impaksi feses parah juga dapat terjadi akibat kondisi medis mendasar lainnya. Salah satunya adalah penyakit Hirschsprung, kelainan bawaan langka di mana sel-sel saraf hilang di usus besar, menghambat pergerakan feses. Meskipun sebagian besar didiagnosis pada masa bayi, kasus ringan terkadang baru terdeteksi pada usia dewasa. Gejala pada orang dewasa dengan penyakit Hirschsprung meliputi sembelit kronis yang tidak membaik dengan laksatif oral, serta perut kembung dan nyeri.

Kondisi lain yang terkait dengan pembesaran usus besar adalah megakolon toksik, yang merupakan peradangan ekstrem dan distensi usus besar yang dapat menjadi komplikasi penyakit radang usus parah atau infeksi. Megakolon toksik adalah kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis segera karena dapat menyebabkan perforasi usus besar, sepsis, dan kematian.

Dalam kasus James Stewart, pengacara keluarga menekankan bahwa insiden tersebut seharusnya bisa dihindari dengan perawatan yang tepat. Perut James telah menunjukkan perubahan warna, pembengkakan ekstrem, dan terasa kaku saat disentuh, yang merupakan tanda-tanda jelas dari kondisi darurat medis.