Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ekraf Design Awards 2025: Kompetisi Desain Berkelanjutan, Wujudkan Inovasi Ramah Lingkungan

2025-12-05 | 18:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-05T11:08:51Z
Ruang Iklan

Ekraf Design Awards 2025: Kompetisi Desain Berkelanjutan, Wujudkan Inovasi Ramah Lingkungan

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) baru saja sukses menggelar Ekraf Design Awards 2025 sebagai puncak dari Ekraf Design Festival (EDF) 2025, sebuah ajang perdana yang bertujuan mencari desainer pemenang sekaligus mendukung semangat keberlanjutan. Festival ini berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada 2 hingga 4 Desember 2025, menjadi wadah apresiasi bagi insan kreatif dari empat subsektor desain: desain produk, desain komunikasi visual, arsitektur, dan desain interior, serta mendorong kolaborasi lintas bidang.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, menegaskan bahwa penghargaan ini dirancang untuk mendorong keberlanjutan (sustainability) yang mendalam, bukan sekadar basa-basi. Beliau menyoroti potensi besar Indonesia untuk menjadi pusat daur ulang (recycling center), sejalan dengan arahan Presiden terkait hilirisasi bisnis berkelanjutan. Tema besar yang diusung dalam Ekraf Design Awards 2025 adalah "Empathetic Resilience", mendorong para desainer untuk menciptakan karya yang tidak hanya estetis tetapi juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Proses seleksi diawali dengan open call yang berhasil menarik 97 pendaftar dari berbagai subsektor: 12 arsitek, 19 desainer interior, 25 desainer produk, dan 41 desainer komunikasi visual. Setelah proses kurasi ketat, 20 desainer terpilih kemudian mengikuti Design Camp dan mempresentasikan karya mereka secara personal maupun tim. Kemenekraf bekerja sama dengan lima asosiasi profesi desain terkemuka dalam proses penjurian, yaitu Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), dan Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia (AIDIA).

Dalam ajang ini, sembilan kategori penghargaan diberikan kepada para kreator inovatif. Muhammad Alim Hanafi dianugerahi sebagai Desainer Arsitektur Terbaik, Dendy Revolusi sebagai Desainer Interior Terbaik, Mochammad Rizky Candias sebagai Desainer Komunikasi Visual Terbaik, dan Heri Supriyanto sebagai Desainer Produk Terbaik. Selain itu, Collective Circle dengan produknya "Ka.na.mi" meraih penghargaan Konsep Dampak Lingkungan Terbaik, UD. Makmur dengan "Pos Temu" memenangkan Konsep Kolaborasi Multidisiplin Terbaik, dan Co.rela.si dengan produk "Penduduk" mendapatkan penghargaan Konsep Dampak Terlengkap. Penghargaan lainnya termasuk Konsep Dampak Ekonomi Terbaik untuk Drift Design Lab – Lerai dan Konsep Dampak Sosial Terbaik untuk Studio A – Mopo.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menyatakan harapannya agar festival ini menjadi platform penting untuk mempromosikan karya, mengkomersialisasikan kekayaan intelektual, dan membangun jejaring profesional di antara para desainer. Beliau juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan lima asosiasi profesi desain untuk memperkuat ekosistem kreatif berbasis profesi di Indonesia.

Ke depan, para pemenang Ekraf Design Awards 2025 akan difasilitasi untuk mengikuti berbagai ajang desain baik di tingkat nasional maupun internasional. Langkah ini bertujuan untuk memonetisasi karya-karya mereka dan memberikan dampak positif yang lebih luas terhadap perekonomian kreatif Indonesia. Melalui inisiatif ini, Kemenekraf berkomitmen untuk memperkuat ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuktikan bahwa desain Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah global.