:strip_icc()/kly-media-production/medias/4981096/original/034023600_1730001086-000_32HR69B.jpg)
Yayasan Archewell milik Pangeran Harry dan Meghan Markle, yang kini berganti nama menjadi Archewell Philanthropies, tengah menghadapi gejolak signifikan menyusul serangkaian perginya staf kunci dan defisit keuangan yang substansial pada tahun 2024. Organisasi yang didirikan pada tahun 2020 ini, telah memangkas 60 persen stafnya, dengan tiga karyawan diberhentikan menjelang Natal 2025 dan direktur eksekutifnya, James Holt, serta kepala komunikasi, Meredith Maines, juga mengumumkan kepergian mereka di akhir Desember. Perkembangan ini terjadi di tengah penurunan donasi yang drastis, mencapai $2,1 juta pada tahun 2024 dari $5,3 juta pada tahun 2023, sementara pengeluaran membengkak menjadi $5,1 juta, menciptakan defisit sebesar $2,5 juta.
Rebranding dari Archewell Foundation menjadi Archewell Philanthropies, yang diumumkan pada ulang tahun kelima yayasan, bertujuan untuk "memperdalam dampak global" dan mencerminkan "evolusi" misi mereka. Namun, perubahan nama ini tidak mampu menutupi tantangan finansial yang mendalam. Laporan keuangan tahun 2024 menunjukkan bahwa aset bersih yayasan menurun dari $10,7 juta menjadi $8,2 juta. Sumber dana tahun 2024 sebagian besar bergantung pada satu donasi sebesar $2 juta yang disalurkan melalui Silicon Valley Community Foundation. Meskipun donasi anjlok, gaji karyawan tetap tinggi, dengan Shauna Nep, Direktur Eksekutif, menerima $307.705 dan James Holt $264.940 pada tahun 2024. "Biaya lain-lain" juga melonjak hampir tiga kali lipat menjadi $2,9 juta pada tahun 2024, yang menurut beberapa laporan, dapat diatribusikan pada kunjungan tidak resmi pasangan tersebut ke Nigeria dan Kolombia.
Kepergian staf penting bukan fenomena baru bagi Archewell. Lebih dari 20 karyawan dilaporkan telah meninggalkan organisasi sejak didirikan. Kristin Slevin, direktur program dan operasi dengan gaji $146.000, termasuk di antara yang diberhentikan baru-baru ini. Seorang juru bicara pasangan itu mengkonfirmasi "beberapa redundansi staf tidak dapat dihindari, terutama untuk peran administrasi junior," tetapi bersikeras bahwa "tim kepemimpinan inti tetap ada." Namun, laporan lain menyebutkan bahwa beberapa mantan karyawan diberitahu pemutusan hubungan kerja mereka karena "amal tersebut ditutup." Hilary Fordwich, seorang ahli kerajaan, mencatat tingkat pergantian staf yang cepat sebagai "indikasi disfungsi dan ketidakstabilan dalam rumah tangga mereka."
Tekanan finansial dan restrukturisasi yang terjadi menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan dan efektivitas model filantropi Archewell. Kritikus menyoroti bahwa pengeluaran yayasan secara signifikan melebihi dana yang disalurkan sebagai hibah, yang pada tahun 2024 hanya sekitar $1,25 juta. Selain itu, ada keraguan yang muncul mengenai $6 juta donasi yang dilaporkan hilang dari laporan keuangan tahun 2022-2023. Perusahaan riset nirlaba Instrumentl memperbarui data keuangan Archewell terakhir pada 22 Desember 2025, yang mencerminkan tantangan ini.
Para ahli manajemen krisis PR memperingatkan bahwa rebranding saja tidak cukup; Archewell Philanthropies membutuhkan "transparansi radikal" dan "struktur yang jauh lebih ketat" untuk membangun kembali kepercayaan publik. Kritik juga muncul mengenai kontras antara laporan Archewell yang mengkritik influencer media sosial yang "berorientasi keuntungan" dengan proyek komersial pasangan tersebut, seperti kesepakatan dengan Netflix dan Spotify, yang dilaporkan bernilai lebih dari £91 juta. Seorang sumber anonim mengklaim bahwa "semua orang takut pada Meghan. Dia meremehkan orang, dia tidak menerima nasihat," yang diduga berkontribusi pada tingginya tingkat pergantian staf.
Di tengah krisis ini, Pangeran Harry dan Meghan dilaporkan menjajaki mencari "sponsor fiskal" untuk menanggung biaya operasional dan menjaga pengeluaran tetap rendah. Upaya penggalangan dana yang kontroversial juga mencakup laporan bahwa mereka menawarkan makan malam dengan bayaran $100.000 kepada para donatur kaya. Lintasan Archewell Philanthropies ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan pasangan ini untuk mengatasi tantangan finansial, menstabilkan tim mereka, dan memulihkan persepsi publik melalui transparansi yang lebih besar.