Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rahasia Harvard 3 Dekade: Makanan yang Wajib Dihindari Demi Umur Panjang

2025-12-14 | 15:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-14T08:53:24Z
Ruang Iklan

Rahasia Harvard 3 Dekade: Makanan yang Wajib Dihindari Demi Umur Panjang

Sebuah penelitian komprehensif yang dilakukan oleh para peneliti di Harvard T.H. Chan School of Public Health selama lebih dari tiga dekade telah mengungkap kategori makanan tertentu yang secara signifikan meningkatkan risiko kematian dini. Studi ini menyoroti bahaya makanan ultra-proses (ultra-processed foods/UPF) dan mengidentifikasi jenis-jenis spesifik yang paling kuat kaitannya dengan mortalitas.

Penelitian utama, yang melacak lebih dari 114.000 hingga 126.000 peserta dewasa di Amerika Serikat selama rata-rata 30 hingga 34 tahun melalui Nurses' Health Studies I dan II serta Health Professionals Follow-up Study, menemukan bahwa konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dari semua penyebab. Secara keseluruhan, peserta yang mengonsumsi makanan ultra-proses paling banyak menghadapi risiko kematian 4% lebih tinggi dari semua penyebab dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi paling sedikit.

Studi yang diterbitkan pada 8 Mei 2024, di The BMJ, dan analisis tambahan yang menggabungkan 19 penelitian lain melibatkan sekitar 1,25 juta orang dewasa yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024, secara konsisten menunjukkan hasil serupa. Mingyang Song, seorang profesor epidemiologi klinis dan nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, merupakan salah satu penulis koresponden dalam studi yang diterbitkan di The BMJ tersebut.

Makanan ultra-proses didefinisikan sebagai produk yang mengandung aditif dan bahan yang tidak biasa ditemukan di dapur rumah tangga, seperti pemanis buatan, pewarna, dan pengawet. Makanan ini seringkali tinggi lemak jenuh, serta minim nutrisi dan serat.

Beberapa jenis makanan ultra-proses menunjukkan korelasi terkuat dengan peningkatan risiko kematian dini:
* Produk daging, unggas, dan makanan laut siap saji ultra-proses (terutama daging olahan): Konsumen reguler produk-produk ini menghadapi kemungkinan kematian dini 13% lebih tinggi selama periode penelitian. Daging olahan menjadi jenis makanan yang paling kuat kaitannya dengan peningkatan risiko kematian dari semua penyebab.
* Minuman manis dan pemanis buatan (seperti soda dan minuman energi): Diet tinggi minuman ini dikaitkan dengan peningkatan 9% risiko kematian dini.
* Makanan penutup berbahan dasar susu (dairy-based desserts)
* Makanan sarapan yang sangat diproses (termasuk sereal tinggi gula dan roti olahan)
* Camilan manis kemasan dan hidangan siap saji
* Sup kemasan

Selama periode tindak lanjut rata-rata 34 tahun, para peneliti mengidentifikasi total 48.193 kematian. Di antaranya, 13.557 kematian disebabkan oleh kanker, 11.416 oleh penyakit jantung, 3.926 oleh penyakit pernapasan, dan 6.343 oleh penyakit neurodegeneratif. Studi ini juga mencatat risiko kematian 8% lebih tinggi akibat penyakit neurodegeneratif bagi mereka yang mengonsumsi UPF paling banyak.

Para peneliti menyimpulkan bahwa temuan ini mendukung pembatasan konsumsi jenis makanan ultra-proses tertentu untuk kesehatan jangka panjang. Penting untuk mempertimbangkan kualitas gizi makanan ultra-proses sebelum dikonsumsi. Frank Hu, Fredrick J. Stare Professor of Nutrition and Epidemiology dan ketua Departemen Nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, juga menekankan pentingnya berfokus pada makanan utuh dan minim proses, terutama pilihan berbasis tumbuhan seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan polong-polongan. Penelitian lain dari Harvard juga menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kualitas diet guna mengurangi risiko kematian dini.