Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rahasia Pelari Jarak Jauh: 10 Trik Jaga Stamina Agar Tak Cepat Lelah

2025-12-08 | 17:07 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-08T10:07:29Z
Ruang Iklan

Rahasia Pelari Jarak Jauh: 10 Trik Jaga Stamina Agar Tak Cepat Lelah

Berlari jarak jauh adalah tantangan yang membutuhkan persiapan matang, bukan hanya kekuatan fisik semata. Untuk memastikan Anda dapat menaklukkan setiap kilometer tanpa cepat merasa lelah, ada sepuluh tips penting yang wajib Anda ketahui dan terapkan.

Pertama, mulailah dengan perlahan dan tentukan target yang realistis. Jangan terburu-buru meningkatkan jarak atau kecepatan secara drastis, terutama bagi pemula. Mulai dengan jalan santai atau jogging ringan dan tingkatkan secara bertahap untuk membangun kapasitas aerobik tubuh.

Kedua, siapkan perlengkapan lari yang tepat, terutama sepatu yang cocok dan nyaman. Pemilihan sepatu yang sesuai sangat krusial untuk mencegah cedera pada kaki atau bagian tubuh bawah lainnya dan membuat lari terasa lebih nyaman.

Ketiga, lakukan pemanasan yang tepat sebelum berlari dan pendinginan setelahnya. Pemanasan dinamis selama 10-15 menit mempersiapkan otot dan sistem pernapasan, meningkatkan aliran darah, serta mengurangi risiko cedera. Sementara itu, pendinginan membantu menurunkan detak jantung dan suhu tubuh secara bertahap, meminimalkan kram otot, nyeri, dan mempercepat pemulihan.

Keempat, jaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Minumlah air secara teratur sebelum, selama, dan setelah berlari untuk mencegah dehidrasi. Untuk lari yang lebih dari satu jam, pertimbangkan minuman olahraga yang mengandung elektrolit untuk menggantikan mineral yang hilang melalui keringat.

Kelima, kuasai teknik pernapasan yang benar. Pernapasan diafragma atau pernapasan perut, yang memungkinkan udara masuk lebih dalam ke paru-paru, sangat efektif untuk lari jarak jauh. Mengatur ritme pernapasan dengan langkah kaki, seperti pola "3-2" (tiga langkah saat menghirup, dua langkah saat menghembuskan), juga dapat membantu menjaga oksigenasi otot dan mencegah kelelahan dini.

Keenam, konsumsi nutrisi yang cukup dan seimbang. Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi pelari, yang akan dipecah menjadi glukosa dan disimpan sebagai glikogen. Protein penting untuk pemulihan dan regenerasi otot, sementara lemak sehat berfungsi sebagai sumber energi berkelanjutan. Zat besi juga krusial untuk pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke otot.

Ketujuh, pertahankan posisi tubuh atau postur yang baik saat berlari. Berlari dengan pandangan lurus ke depan, bahu rileks, dan tubuh tegak dapat meningkatkan efisiensi gerakan dan mengurangi tekanan pada diafragma, membantu pernapasan lebih efisien.

Kedelapan, lakukan konsistensi langkah dan terapkan strategi pacing. Menjaga jarak setiap langkah agar konsisten dan mengatur kecepatan lari secara strategis sejak awal hingga akhir sangat penting untuk manajemen energi. Teknik seperti "negative split" (paruh kedua lomba lebih cepat dari paruh pertama) seringkali menghasilkan waktu finis yang lebih baik.

Kesembilan, gabungkan latihan kekuatan (strength training) dalam rutinitas Anda. Latihan kekuatan membantu memperkuat otot, tulang, dan sendi, meningkatkan daya tahan, serta mengurangi risiko cedera yang disebabkan oleh gerakan berulang.

Kesepuluh, prioritaskan istirahat yang cukup dan selalu dengarkan tubuh Anda. Tidur minimal 7-8 jam sebelum berlari memberikan energi yang diperlukan. Istirahat yang memadai sangat penting untuk pemulihan dan regenerasi otot. Jika Anda merasa lelah atau performa menurun meskipun rutin berlari, itu bisa menjadi tanda kelelahan berlebihan dan tubuh membutuhkan waktu untuk pulih.