Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rahasia Porsi Es Krim Aman untuk Anak di Hari Es Krim 13 Desember

2025-12-14 | 16:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-14T09:06:18Z
Ruang Iklan

Rahasia Porsi Es Krim Aman untuk Anak di Hari Es Krim 13 Desember

Tanggal 13 Desember diperingati sebagai Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat, sebuah perayaan yang juga dikenal luas di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, untuk menikmati hidangan penutup favorit ini. Es krim, dengan rasa manis dan teksturnya yang lembut, memang menjadi favorit banyak kalangan, terutama anak-anak. Namun, di balik kenikmatannya, orang tua perlu memahami batasan aman konsumsi es krim untuk menjaga kesehatan buah hati.

Menurut para ahli, es krim dapat mulai diperkenalkan kepada anak ketika mereka berusia minimal satu tahun, meskipun usia dua tahun lebih disarankan mengingat sistem pencernaan bayi yang masih sensitif terhadap protein susu dan tambahan gula. Penting juga untuk memastikan anak tidak memiliki riwayat alergi terhadap susu atau dingin sebelum mengonsumsi es krim.

Es krim dapat memberikan beberapa manfaat jika dikonsumsi dengan bijak. Sebagai contoh, es krim berbahan dasar susu dapat menjadi sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak, serta vitamin D jika difortifikasi. Kandungan karbohidrat dan lemaknya juga bisa menyediakan energi cepat yang dibutuhkan anak-anak aktif. Bagi anak yang nafsu makannya menurun atau sedang dalam masa pemulihan, es krim kadang bisa menjadi cara menarik untuk mendorong asupan kalori dan cairan. Es krim juga dapat membantu anak mengenal rasa, aroma, dan tekstur baru.

Namun, konsumsi es krim yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Es krim umumnya tinggi kalori, gula, dan lemak jenuh. Tingginya kadar gula adalah penyebab utama karies gigi pada anak karena bakteri di mulut akan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Konsumsi berlebihan tanpa aktivitas fisik yang cukup juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas, yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan masalah persendian di kemudian hari. Selain itu, asupan gula tinggi yang terus-menerus bisa membebani pankreas, menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Beberapa anak mungkin juga mengalami masalah pencernaan seperti diare atau sakit perut karena intoleransi laktosa atau kandungan gula dan lemak yang tinggi. Terlalu sering makan es krim juga dapat membentuk preferensi terhadap rasa manis, membuat anak kurang menyukai makanan sehat seperti buah dan sayuran, serta berisiko menyebabkan kecanduan gula.

Untuk porsi aman, para ahli gizi menyarankan batasan yang ketat. Untuk anak usia 1 tahun, disarankan hanya 1-2 sendok teh per minggu. Pada usia 2-4 tahun, porsi bisa meningkat sedikit menjadi 1-2 sendok makan per minggu. Sementara untuk anak usia 5-8 tahun, jumlah yang dianjurkan adalah sekitar 2-3 sendok makan per minggu. Secara umum, es krim sebaiknya tidak diberikan lebih dari satu atau dua kali seminggu, dan sebaiknya disajikan sebagai hidangan penutup setelah makan utama, bukan sebagai camilan sebelum makan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pembatasan konsumsi gula agar tidak lebih dari 50 gram dan lemak jenuh tidak lebih dari 10 persen dari total energi harian. Untuk camilan anak, disarankan tidak lebih dari 20 persen kebutuhan energi harian atau sekitar 330 kalori untuk anak usia 7-9 tahun.

Agar lebih sehat, orang tua disarankan untuk memilih es krim dengan kandungan gula dan lemak yang lebih rendah. Pilihlah produk dengan bahan-bahan alami dan hindari yang mengandung banyak bahan tambahan, pewarna buatan, atau pengawet. Alternatif yang lebih sehat meliputi sorbet buah, frozen yogurt tanpa tambahan gula berlebihan, atau membuat es krim sendiri di rumah dengan bahan dasar buah, yogurt, atau susu almond. Menambahkan potongan buah segar sebagai topping juga dapat meningkatkan nilai gizi dan rasa manis alami. Dengan demikian, es krim dapat tetap menjadi camilan yang menyenangkan tanpa mengorbankan kesehatan anak.