:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433778/original/099293100_1764898503-Verrell_Bramasta.jpg)
Aktor sekaligus anggota DPR RI, Verrell Bramasta, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah kunjungannya untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di Padang, Sumatera Barat, pada Minggu, 30 November 2025 lalu. Kehadirannya di lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan pribadi menuai perhatian luas, terutama karena pilihan busananya.
Verrell terlihat mengenakan rompi taktis berwarna gelap yang sontak menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial. Banyak warganet yang awalnya salah mengira rompi tersebut sebagai rompi antipeluru, memicu berbagai spekulasi dan bahkan kritik. Beberapa komentar mempertanyakan penampilan Verrell yang dianggap terlalu "stylish" atau berlebihan untuk situasi bencana.
Menanggapi kontroversi tersebut, Verrell Bramasta memberikan klarifikasi bahwa rompi yang dikenakannya adalah rompi taktis, bukan rompi antipeluru. Ia menjelaskan bahwa rompi taktis tersebut memiliki fungsi praktis untuk membawa perlengkapan penting seperti air minum, uang tunai, dan perangkat komunikasi, mengingat kondisi lokasi bencana yang dinamis. Rompi taktis didesain dengan sistem kantong modular (MOLLE) yang memudahkannya membawa banyak barang tanpa menghambat pergerakan.
Perdebatan ini membuka edukasi publik mengenai perbedaan mendasar antara rompi taktis dan rompi antipeluru. Meskipun keduanya seringkali terlihat serupa dan digunakan dalam situasi berisiko tinggi, fungsi utamanya sangatlah berbeda.
Rompi Taktis: Rompi ini dirancang sebagai sarana untuk membawa peralatan dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan banyak kantong dan titik pemasangan, rompi taktis memungkinkan penggunanya untuk menyimpan dan mengakses perlengkapan penting seperti peralatan medis, radio, atau bahkan senjata secara cepat dan aman. Bahan rompi taktis umumnya lebih ringan dan nyaman dipakai dalam jangka waktu lama, karena fokus utamanya adalah modularitas dan kapasitas penyimpanan, bukan perlindungan balistik. Rompi jenis ini banyak digunakan oleh personel militer, penegak hukum, penggemar aktivitas survival, hingga pemain airsoft.
Rompi Antipeluru (Rompi Balistik): Berbeda dengan rompi taktis, rompi antipeluru adalah alat pelindung diri yang dirancang khusus untuk melindungi pemakainya dari tembakan peluru senjata api atau pecahan proyektil. Fungsi utamanya adalah memberikan perlindungan balistik untuk meminimalkan risiko cedera fatal. Rompi antipeluru terbuat dari panel balistik lunak, biasanya dari serat aramid atau Ultra-High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE), yang dipasang pada lapisan tekstil khusus. Rompi ini umumnya dibuat ringan dan ringkas agar bisa dikenakan di balik pakaian tanpa menarik perhatian, sering digunakan oleh pengawal pribadi, penegak hukum, dan personel yang membutuhkan perlindungan tambahan tanpa mengorbankan mobilitas.