:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474661/original/045970000_1768528384-nike_april.jpeg)
Pasar jam tangan mewah global pada awal tahun 2026 menyaksikan lonjakan signifikan dalam permintaan akan model-model yang dihiasi berlian dan permata, menandai kembalinya estetika "bling" yang lebih berani setelah periode dominasi desain yang lebih minimalis. Para kolektor dan konsumen papan atas di kota-kota besar seperti Jenewa, Hong Kong, dan New York kini memprioritaskan arloji yang memamerkan kemewahan eksplisit, mendorong merek-merek terkemuka untuk meningkatkan produksi dan inovasi dalam pengaturan permata.
Pergeseran ini merefleksikan siklus historis dalam industri barang mewah, di mana tren berulang dengan interpretasi kontemporer. Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, jam tangan bertahtakan berlian, seringkali dengan diameter besar, menjadi simbol status yang sangat dicari. Namun, krisis keuangan global tahun 2008 dan pergeseran selera menuju "kemewahan diam" (quiet luxury) mendorong banyak merek untuk beralih ke desain yang lebih bersahaja dan fokus pada kerumitan mekanis daripada hiasan visual. Kini, dengan ekonomi global yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan pasca-pandemi dan tumbuhnya kepercayaan diri di kalangan konsumen berpenghasilan tinggi, keinginan untuk menampilkan kemewahan melalui perhiasan yang mencolok kembali mengemuka. Analis pasar dari LuxeInsights Group memproyeksikan pertumbuhan dua digit dalam segmen jam tangan berlian mewah untuk tahun 2026, dengan permintaan yang didorong oleh generasi baru pembeli yang tidak terbebani oleh stigma masa lalu terhadap kemewahan yang mencolok.
Beberapa merek jam tangan telah merespons tren ini dengan meluncurkan koleksi yang kaya berlian. Rolex, misalnya, memperkenalkan varian Day-Date dan Datejust yang semakin banyak menampilkan bezel dan dial yang seluruhnya dihiasi berlian atau permata berwarna. Audemars Piguet dan Patek Philippe juga dilaporkan memperluas penawaran mereka untuk model Royal Oak dan Nautilus dengan sentuhan berlian yang lebih substansial, bukan hanya pada indeks atau bezel, tetapi juga pada gelang dan casing. Tren ini tidak hanya terbatas pada jam tangan wanita; model pria kini juga banyak yang menampilkan sentuhan berlian yang lebih berani, seperti dial pavé atau bahkan gelang yang dihias permata, menantang persepsi tradisional tentang maskulinitas dalam horologi. CEO WatchPro Analytics, Isabelle Dubois, mencatat bahwa "pembeli hari ini menginginkan ekspresi diri. Mereka tidak lagi takut untuk menampilkan kekayaan dan selera mereka secara terbuka, dan berlian pada jam tangan adalah cara paling lugas untuk melakukannya."
Di balik estetika, ada juga inovasi teknis. Produsen berlian kini menawarkan berlian yang ditanam di laboratorium dengan kualitas dan etika yang terjamin, memberikan opsi yang lebih berkelanjutan bagi merek dan konsumen yang sadar lingkungan. Meskipun berlian alami masih mendominasi segmen ultra-mewah, peningkatan kualitas dan penerimaan berlian lab-grown membuka pasar untuk jam tangan "bling" dengan titik harga yang lebih mudah diakses, tanpa mengorbankan kilau atau tampilan. Faktor ini berpotensi memperluas daya tarik tren ini ke demografi yang lebih luas. Permintaan di pasar sekunder juga mencerminkan pergeseran ini, dengan model-model vintage yang dihiasi berlian atau model modifikasi (aftermarket diamond-set) mengalami peningkatan nilai, menunjukkan bahwa apresiasi terhadap jam tangan bertahtakan permata adalah tren yang meluas. Namun, isu otentisitas dan penentuan harga yang adil untuk jam tangan modifikasi tetap menjadi perhatian di kalangan kolektor veteran.
Implikasi jangka panjang dari tren ini mencakup kemungkinan rekalibrasi nilai dalam industri. Merek mungkin akan semakin berinvestasi dalam keahlian pengaturan permata dan pasokan berlian berkualitas tinggi. Selain itu, seiring dengan kembalinya estetika yang lebih berani, desainer mungkin akan bereksperimen lebih jauh dengan kombinasi permata berwarna dan bentuk potongan berlian yang unik, mendorong batas-batas ekspresi artistik dalam pembuatan jam. Tren "bling" tahun 2026 bukan sekadar kilasan mode, melainkan indikator perubahan selera konsumen yang lebih dalam, yang menghargai kombinasi keahlian horologis tradisional dengan kemewahan visual yang tak terbantahkan. Hal ini menandai era di mana kemewahan diekspresikan secara lugas, bukan disembunyikan.