
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk mengukuhkan komitmennya terhadap kualitas dan keamanan produk melalui keberhasilan Tolak Angin melewati serangkaian uji toksisitas praklinik yang ketat. Hasil pengujian ini secara definitif memastikan bahwa produk herbal unggulan tersebut aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang sesuai dosis anjuran, memberikan landasan ilmiah kuat di tengah pasar obat tradisional yang semakin menuntut pembuktian saintifik.
Sejak formulasi awalnya pada tahun 1930 dan produksi skala pabrik pada 1951, Tolak Angin telah berupaya melampaui standar empiris pengobatan herbal tradisional. Langkah ini menjadi krusial mengingat industri jamu di Indonesia secara historis mengandalkan resep turun-temurun, namun era modern menuntut validasi ilmiah untuk keamanan dan khasiat produk. Sido Muncul, sebagai produsen jamu dan obat herbal modern terbesar di Indonesia, menunjukkan inisiatif proaktif dalam mengadopsi metodologi ilmiah yang lebih ketat.
Uji toksisitas subkronis terhadap Tolak Angin cair, yang dilakukan bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma dan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, melibatkan pemberian dosis pada hewan uji (tikus) selama 90 hari berturut-turut. Peneliti dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Ipang Djunarko, menjelaskan bahwa dosis tersebut setara dengan konsumsi manusia selama 8,4 tahun. Pemeriksaan menyeluruh mencakup aspek fisiologis, biokimia, dan struktural pada organ vital seperti lambung, hati, jantung, ginjal, alat reproduksi, dan usus. Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa Tolak Angin tidak memiliki toksisitas yang membahayakan, tidak memengaruhi fungsi hati dan ginjal, serta aman dikonsumsi sesuai aturan yang ditetapkan. Lebih lanjut, studi juga membuktikan bahwa Tolak Angin dapat meningkatkan jumlah limfosit T perifer dan produksi sitokin tipe 1, yang mengindikasikan peningkatan daya tahan tubuh.
Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, menegaskan bahwa riset ilmiah ini adalah fondasi utama pengembangan produk perusahaan. Ia juga menekankan komitmen perusahaan untuk mengelola Sido Muncul dengan prinsip “Hati, Akal, dan Regulasi” yang terinspirasi dari sumpah Hipokrates para dokter. Komitmen ini tidak hanya terbatas pada uji produk jadi, melainkan juga meliputi standardisasi bahan baku yang bebas pestisida dan cemaran, serta kontrol kualitas di setiap tahapan produksi hingga produk siap pasar. Tolak Angin sendiri telah dikategorikan sebagai Obat Herbal Terstandar (OHT) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang berarti telah memenuhi syarat standardisasi bahan baku dan uji klinis.
Keberhasilan Tolak Angin dalam melewati uji toksisitas ini memiliki implikasi signifikan bagi kepercayaan konsumen terhadap produk herbal di Indonesia. Di tengah kekayaan hayati yang melimpah dan potensi obat bahan alam yang besar, validasi ilmiah menjadi penentu bagi penerimaan produk herbal ke dalam sistem kesehatan formal. Pernyataan dari Direktur R&D Sido Muncul, Wahyu Widayani, yang menyebut Tolak Angin sebagai OHT, menggarisbawahi pentingnya pemenuhan standar BPOM yang terus diperbarui, termasuk pedoman uji toksisitas praklinik secara in vivo.
Di sisi lain, Sido Muncul tidak hanya berfokus pada produknya sendiri. Irwan Hidayat secara aktif mendorong pemerintah untuk mempercepat uji toksisitas bagi lebih banyak bahan jamu, dengan harapan dapat menambah jumlah bahan legal yang bisa dikembangkan di Indonesia. Saat ini, diperkirakan hanya sekitar 350 bahan jamu yang boleh digunakan. Dengan melakukan uji toksisitas pada 50 bahan per tahun, dalam satu dekade Indonesia dapat memiliki 500 bahan baru. Langkah ini menunjukkan visi Sido Muncul yang lebih luas untuk kemandirian obat nasional berbasis kekayaan alam.
Secara keseluruhan, konsistensi Sido Muncul dalam melakukan uji toksisitas dan penelitian ilmiah untuk Tolak Angin, yang diperkuat dengan sertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP), ISO, dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), menempatkan perusahaan sebagai pemimpin pasar yang bertanggung jawab. Hal ini tidak hanya memperkuat posisi Tolak Angin di pasar domestik dan internasional, tetapi juga menetapkan standar bagi industri obat herbal lainnya untuk mengutamakan keamanan dan kualitas melalui pembuktian ilmiah yang kredibel. Komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik, sebagaimana diakui melalui berbagai penghargaan, semakin melengkapi citra Sido Muncul sebagai entitas yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesehatan masyarakat.