Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Zhao Lusi Bangkit dari 38 Kg: Transformasi Kesehatannya Kini Panen Pujian

2026-01-16 | 04:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T21:24:14Z
Ruang Iklan

Zhao Lusi Bangkit dari 38 Kg: Transformasi Kesehatannya Kini Panen Pujian

Aktris Tiongkok, Zhao Lusi, yang sebelumnya dilaporkan memiliki berat badan ekstrem hingga 38 kilogram, kini menuai pujian publik atas transformasinya menuju kondisi fisik yang lebih sehat dan bugar, menyoroti pergeseran tekanan industri hiburan terhadap citra tubuh. Perubahan ini menandai pemulihan signifikan dari periode ketika berat badannya mencapai tingkat mengkhawatirkan yang memicu kekhawatiran serius tentang kesehatannya.

Sebelum mencapai kondisi yang lebih stabil, Zhao Lusi, yang memulai debutnya pada tahun 2017, menghadapi tekanan tak henti dari standar kecantikan ultra-kurus di industri hiburan Tiongkok. Pada awal kariernya, berat badannya sekitar 56 kilogram, yang oleh beberapa pihak dianggap tidak ideal sesuai ekspektasi ramping industri. Kritikan terhadap bentuk tubuhnya yang lebih berisi memicu perjalanan penurunan berat badan yang intens selama tiga tahun. Akibatnya, berat badannya menurun drastis, mencapai titik terendah sekitar 38 kilogram atau bahkan 37 kilogram, meskipun beberapa laporan lain menyebutkan 39-40 kilogram. Penurunan sekitar 16 hingga 20 kilogram ini membuat tubuhnya sangat kurus, dengan lekuk tubuh yang hampir menghilang dan penampilan yang sering kali lesu di depan kamera. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan para penggemar, terutama saat leher dan dadanya terlihat sangat kurus, dan bahkan sempat ada laporan ia mengalami stroke karena kondisi fisiknya yang melemah.

Transformasi terbaru Zhao Lusi menunjukkan upaya nyata untuk memprioritaskan kesehatan. Dalam foto-foto yang beredar awal Januari 2026, ia terlihat tersenyum lebar dengan pipi yang tampak lebih berisi dibandingkan sebelumnya, memberikan kesan yang lebih segar dan energik. Aktris berusia 26 tahun ini telah mengadopsi pola makan sehat dan kaya serat, dimulai dengan sarapan bergizi seperti smoothie buah-buahan tanpa pemanis yang terdiri dari pisang, buah naga, blueberry, dan yogurt. Untuk makan siang, ia mengonsumsi protein rendah lemak seperti dada ayam, ikan, atau telur, dilengkapi dengan sayuran hijau dan buah-buahan rendah gula. Salah satu kunci dietnya adalah melewatkan makan malam atau hanya mengonsumsi porsi kecil buah setelah matahari terbenam untuk membatasi asupan kalori. Selain itu, ia juga sangat menjaga hidrasi dengan minum banyak air, menghindari makanan berminyak, gorengan, serta gula berlebih, dan menerapkan kontrol porsi yang ketat. Rutinitas olahraganya mencakup latihan kardio dan yoga secara teratur, yang berkontribusi pada penampilan tubuhnya yang proporsional dan sehat.

Kasus Zhao Lusi menyoroti praktik diet ekstrem yang meresahkan di kalangan selebritas wanita Asia, di mana indeks massa tubuh (BMI) seringkali didorong hingga di bawah batas sehat. Bagi wanita Asia dewasa, berat badan ideal umumnya berada dalam kisaran BMI 18,5 hingga 22,9 atau 23. Berat badan 38 kilogram untuk orang dewasa dapat dikategorikan sebagai sangat kurus, yang berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kekurangan nutrisi, kehilangan massa otot, kelelahan, batu empedu, ketidakseimbangan hormon, hingga gangguan jantung. Pemulihan Zhao Lusi dari kondisi kurus ekstrem ke penampilan yang lebih sehat dapat memberikan dampak positif, berpotensi mendorong narasi yang lebih seimbang mengenai citra tubuh dalam industri hiburan. Fenomena "kurus itu cantik" (thin is in) telah kembali menjadi tren, dengan influencer media sosial mempromosikan standar kecantikan kurus ekstrem, yang kembali memicu kekhawatiran tentang dampak merusak pada cara generasi muda memandang tubuh mereka sendiri. Transformasi Zhao Lusi menawarkan contoh nyata bahwa kesehatan fisik dan mental harus diutamakan, bahkan di tengah tuntutan industri yang ketat, dan dapat menjadi katalisator bagi pergeseran menuju standar kecantikan yang lebih realistis dan inklusif.