Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Aceh-Sumut Siaga Medis: Panduan Pakar Optimalisasi Faskes Pasca Bencana

2025-11-28 | 15:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T08:59:57Z
Ruang Iklan

Aceh-Sumut Siaga Medis: Panduan Pakar Optimalisasi Faskes Pasca Bencana

Pakar kesehatan masyarakat menyoroti pentingnya kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di Aceh dan Sumatera Utara menyusul potensi lonjakan pelayanan pascabencana yang dipicu oleh banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut. Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dedi Supratman, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera menyiapkan serta menyiagakan fasilitas kesehatan (faskes) guna menghadapi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan pascabencana.

Menurut Dedi Supratman, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Ini mencakup penyakit menular, infeksi, cedera, hingga perburukan kondisi penyakit kronis. Oleh karena itu, faskes di daerah terdampak harus berada dalam kondisi siaga penuh.

Supratman menekankan bahwa persiapan tidak hanya sebatas penyediaan obat-obatan di posko, tetapi juga mencakup jalur layanan yang terpadu mulai dari posko pengungsian, puskesmas, hingga rumah sakit. Ia juga menyoroti pentingnya sistem data dan informasi yang terintegrasi, termasuk sosialiasasi pusat panggilan (call center), agar masyarakat mengetahui ke mana harus mencari pertolongan medis saat darurat. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada hambatan administrasi atau kebingungan alur rujukan, serta mencegah terulangnya kasus penolakan pasien seperti insiden tragis seorang ibu hamil di Papua yang meninggal setelah ditolak beberapa rumah sakit.

Kementerian Kesehatan sendiri telah mengaktifkan seluruh layanan kesehatan di daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memastikan kebutuhan medis warga terpenuhi selama masa tanggap darurat bencana. Staf Ahli Menteri Kesehatan, Bayu Teja, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan deteksi cepat bersama dinas kesehatan provinsi dan kabupaten untuk memetakan kebutuhan dan risiko kesehatan. Pelayanan kesehatan juga telah dilakukan di posko-posko pengungsian dan melalui layanan kesehatan bergerak, dengan puskesmas dan rumah sakit disiagakan. Kementerian Kesehatan juga memastikan pengiriman bantuan logistik kesehatan berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai, serta makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Tim kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan, dan epidemiolog juga telah dikirim untuk membantu penanganan kesehatan di lokasi. Beberapa wilayah di Aceh dan Sumatera Utara telah menetapkan status tanggap darurat bencana akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi.