:strip_icc()/kly-media-production/medias/5299355/original/011784900_1753801574-emma-simpson-mNGaaLeWEp0-unsplash.jpg)
Sebuah studi terbaru menyoroti manfaat signifikan dari kebiasaan berjalan kaki 4.000 langkah setiap hari, khususnya bagi perempuan lansia. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik sederhana ini dapat secara substansial menurunkan risiko kematian dini dan penyakit jantung pada kelompok usia tersebut.
Penelitian komprehensif yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menganalisis data dari lebih dari 13.000 perempuan berusia di atas 62 tahun, dengan beberapa sumber menyebutkan hingga 17.000 perempuan berusia 62 hingga 101 tahun. Para peneliti dari Brigham and Women's Hospital di Boston, Amerika Serikat, serta Harvard University, menemukan bahwa perempuan lansia yang rutin berjalan kaki 4.000 langkah sehari dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 40 persen. Selain itu, risiko terkena penyakit jantung juga berkurang sebesar 27 persen.
Studi ini melibatkan partisipan yang mengenakan alat pelacak aktivitas selama tujuh hari berturut-turut antara tahun 2011 hingga 2015 dan dipantau selama lebih dari satu dekade. Hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi jalan kaki memiliki dampak. Perempuan yang berjalan kaki 4.000 langkah setidaknya sekali atau dua kali dalam seminggu menunjukkan penurunan risiko kematian sebesar 26 persen dan risiko penyakit jantung sebesar 27 persen. Manfaat ini meningkat secara signifikan bagi mereka yang lebih rajin berjalan kaki, yaitu lebih dari tiga kali dalam seminggu, dengan penurunan risiko kematian mencapai 40 persen, sementara risiko penyakit jantung tetap di angka 27 persen.
Dr. Rikuta Hamaya, dosen kedokteran di Brigham Women's Hospital dan Harvard Medical School, menekankan bahwa target 4.000 langkah per hari, bahkan dua atau tiga kali seminggu, sangat realistis bagi lansia. Ia menambahkan bahwa volume langkah secara keseluruhan lebih penting daripada frekuensinya pada populasi lansia. Lebih lanjut, para ahli, termasuk kepala koresponden medis ABC News, Dr. Tara Narula, menegaskan bahwa berjalan kaki secara konsisten sangat bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. Profesor Kedokteran Harvard Medical School, I-Min Lee, juga menggarisbawahi bahwa aktivitas fisik sekecil apa pun akan memberikan manfaat, sehingga seseorang tidak perlu merasa terbebani jika tidak mencapai target 10.000 langkah.
Bahkan, bagi perempuan lansia yang mampu melangkah lebih jauh, seperti lebih dari 7.000 langkah sehari, manfaatnya juga signifikan, dengan penurunan risiko kematian sebesar 32 persen dan risiko penyakit jantung sebesar 16 persen.
Untuk mengintegrasikan aktivitas ini ke dalam rutinitas harian, Dr. Tara Narula menyarankan strategi sederhana seperti turun dari bus satu halte lebih awal dan berjalan kaki, memarkir mobil agak jauh, atau memilih naik tangga. Rekomendasi aktivitas fisik untuk lansia dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mendukung jalan kaki sebagai bentuk latihan fisik sedang, bersama dengan yoga, tai chi, dan berkebun, dengan anjuran minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
Penting dicatat bahwa penelitian ini secara spesifik menyoroti perempuan lansia, sehingga hasilnya belum tentu sama untuk demografi lain seperti pria atau kelompok usia yang lebih muda. Namun, temuan ini memberikan motivasi besar bagi para lansia untuk tetap aktif dengan target langkah harian yang realistis guna menjaga kesehatan dan memperpanjang usia.