
Seorang wanita berusia 50 tahun harus menghadapi kenyataan pahit setelah didiagnosis menderita kanker ovarium stadium 4B tanpa merasakan gejala signifikan sebelumnya, yang berujung pada pengangkatan tujuh organnya. Kisah Louise Altese-Isidori ini menyoroti bahaya "pembunuh senyap" dan pentingnya deteksi dini dalam penyakit kanker.
Altese-Isidori, yang kini berusia 50 tahun, awalnya tidak memiliki keluhan kesehatan berarti. Ia baru mengetahui dirinya mengidap kanker ovarium setelah sebuah kista besar ditemukan di ovariumnya saat pemeriksaan sonogram transvaginal rutin, sebuah prosedur yang disarankan oleh dokter fertilitasnya setiap enam bulan. Meskipun hasil tes darah Ova1 awal menunjukkan negatif, bahkan setelah tes kedua sebulan kemudian, kista tersebut tidak kunjung menghilang.
Melihat kondisi yang mencurigakan, dokter menyarankan agar indung telurnya diangkat karena Altese-Isidori tidak lagi berencana memiliki anak. Namun, saat operasi dilakukan, dokter menemukan bahwa sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuhnya. Hasil biopsi mengonfirmasi diagnosis kanker ovarium stadium 4B, yang berarti penyakit tersebut telah menyebar ke organ-organ jauh. "Saya benar-benar terkejut. Saya terus menunggu seseorang mengatakan bahwa mereka telah melakukan kesalahan," ujar Altese-Isidori.
Dalam upaya untuk menyelamatkan hidupnya, tim medis terpaksa mengangkat tujuh organ sekaligus dari tubuh Altese-Isidori. Menurut data American Cancer Society, hanya sekitar 31 persen pasien kanker ovarium stadium lanjut yang mampu bertahan hidup hingga lima tahun setelah diagnosis.
Kisah Altese-Isidori menjadi pengingat penting akan sifat agresif kanker ovarium yang seringkali tidak menunjukkan gejala jelas pada stadium awal, menjadikannya salah satu jenis kanker yang sulit terdeteksi secara dini. Para ahli kesehatan sering menyebut kanker ovarium sebagai "pembunuh senyap" karena gejala-gejalanya yang samar atau tidak muncul sama sekali hingga penyakit mencapai tahap lanjut. Deteksi dini kanker, seperti melalui pemeriksaan skrining berkala, sangat krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Pemeriksaan seperti USG transvaginal, tes CA-125, dan pemeriksaan genetik BRCA1/2 direkomendasikan bagi perempuan yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau payudara. Banyak penelitian membuktikan, semakin dini kanker ditangani, semakin tinggi pula peluang kesembuhan dari pengobatan.