Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Wamenkes Ungkap Fakta Miris RS Terendam 9 Hari Pascabencana Sumatera

2025-12-05 | 17:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-05T10:46:39Z
Ruang Iklan

Wamenkes Ungkap Fakta Miris RS Terendam 9 Hari Pascabencana Sumatera

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus membeberkan kondisi fasilitas kesehatan yang memprihatinkan pascabencana banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Wamenkes, yang akrab disapa Benny, menyebut bahwa salah satu rumah sakit besar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tergenang air selama sembilan hari dan berada dalam situasi yang sangat mengenaskan.

Rumah sakit tersebut, yang memiliki 22 dokter spesialis, hanya bisa dijangkau oleh satu dokter selama masa darurat akibat lumpuhnya akses transportasi. Sebanyak 125 jembatan putus, memblokade jalur distribusi logistik, dan mengisolasi puluhan desa, bahkan bandara dengan landasan pacu 2.200 meter di Bener Meriah tidak dapat membantu distribusi bantuan lebih jauh karena akses keluar bandara yang terputus kurang dari satu kilometer. Listrik padam total, bahan bakar minyak (BBM) habis, dan alat medis tidak dapat berfungsi, sementara kebutuhan layanan kesehatan melonjak tajam di tengah ribuan pengungsi. Benjamin Paulus Octavianus menggambarkan situasi ini dengan mengatakan "Kondisinya sangat mengenaskan".

Data sementara menunjukkan 788 ribu warga mengungsi, dengan Aceh mencatat jumlah pengungsi terbesar. Kantor-kantor pemerintahan, termasuk kantor bupati, camat, dan dinas, telah diubah menjadi lokasi penampungan darurat untuk menampung warga dan mendistribusikan makanan serta beras ke desa-desa yang terputus.

Menanggapi kondisi darurat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengerahkan tim ke lokasi bencana sejak malam kejadian untuk mendirikan posko layanan kesehatan dan rumah sakit darurat. Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menyatakan prioritas utama adalah penyelamatan nyawa dan penyediaan perlindungan serta kebutuhan pokok bagi para korban, sebelum berfokus pada pemulihan sarana dan prasarana yang hancur.

Sementara itu, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono juga melaporkan bahwa warga terdampak bencana mulai terserang berbagai penyakit seperti penyakit kulit, demam, dan tifus. Kemenkes telah mengirimkan dokter spesialis tambahan, termasuk ortopedi, bedah, anak, obgyn, emergensi, dan anestesi, serta dokter umum ke wilayah terdampak untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal. Bantuan logistik medis yang dikirim mencakup 103 unit konsentrator oksigen, 11.200 dus PMT Balita, 6.000 dus PMT Ibu Hamil, obat-obatan, masker bedah, sarung tangan medis, APD petugas, sepatu bot, sprayer manual, water quality test kit, jerigen lipat, kantong jenazah, kantong sampah medis, serta paket penjernih dan desinfektan air. Kemenkes juga terus melakukan koordinasi harian dengan dinas kesehatan di 50 dari 75 kabupaten/kota yang terdampak di tiga provinsi tersebut.