Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ashton Kutcher Didepak Gucci karena Terbentur Standar Berat Badan Model

2026-01-19 | 03:33 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-18T20:33:08Z
Ruang Iklan

Ashton Kutcher Didepak Gucci karena Terbentur Standar Berat Badan Model

Aktor Ashton Kutcher, 47, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia pernah dipecat dari sebuah kampanye model eksklusif Gucci pada usia 19 tahun karena dianggap "terlalu gemuk" oleh direktur kreatif merek tersebut saat itu, Tom Ford. Pengakuan ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan Entertainment Tonight saat mempromosikan serial TV terbarunya, "The Beauty", yang mengeksplorasi obsesi masyarakat terhadap citra fisik. Kutcher, yang kini mampu menertawakan insiden tersebut, menyatakan bahwa ia saat itu memiliki berat badan sekitar 178 pon (sekitar 80,7 kg) dan merasa rejection itu adalah bagian dari visi spesifik Ford, bukan kegagalan pribadi.

Kejadian yang dialami Kutcher pada akhir 1990-an menyoroti standar tubuh yang seringkali tidak realistis dan ekstrem dalam industri mode mewah, bahkan untuk model pria. Selama dekade tersebut hingga awal 2000-an, industri mode pria menyaksikan pergeseran signifikan dari citra model "maskulin-berotot" era 1980-an menuju bentuk tubuh yang lebih ramping, svelte, dan terkadang tampak lebih muda, menyerupai figur remaja. Desainer seperti Hedi Slimane dikenal mempopulerkan estetika model pria berbingkai tipis ini, meskipun trennya sudah dimulai sebelumnya. Standar ini kerap menyebabkan tekanan besar pada model pria untuk mempertahankan fisik yang sangat kurus, dengan beberapa laporan menunjukkan adanya "bigorexia" atau dismorfia otot, di mana pria menganggap tubuh mereka terlalu lemah dan kurang otot, memicu olahraga obsesif bahkan di antara pria paling bugar.

Tekanan serupa, meskipun tidak selalu dibicarakan secara terbuka seperti pada model wanita, telah lama menjadi masalah dalam dunia permodelan pria. Anthony Higgins, konsultan divisi pria di True Model Management, pada tahun 2015 menyatakan bahwa model pria menghadapi pengawasan ketat yang sama, jika tidak lebih, dalam menjaga ukuran tubuh mereka. Mereka harus tetap berada dalam toleransi setengah inci dari pengukuran yang ditentukan. Pernyataan Kutcher ini memberikan validasi publik terhadap tantangan ini, yang seringkali tersembunyi di balik citra glamor industri.

Meskipun pengalaman Kutcher terjadi beberapa dekade lalu, narasinya tetap relevan dalam diskusi kontemporer tentang citra tubuh dan inklusivitas di industri mode. Pada akhir 2010-an, mulai muncul kesadaran akan kebutuhan akan keragaman tubuh dalam mode pria, dengan pertumbuhan pasar untuk model pria berukuran plus. Beberapa agensi model bahkan melaporkan peningkatan permintaan untuk model pria berukuran lebih besar dari merek-merek populer. Namun, stereotip model pria ideal yang tinggi, berotot, dan tampan secara konvensional masih dominan, menciptakan tekanan bagi mereka yang tidak sesuai dengan cetakan tersebut, yang dapat menyebabkan masalah citra tubuh dan keraguan diri.

Refleksi Kutcher, terutama dalam konteks perannya di "The Beauty", menggarisbawahi dampak jangka panjang dari standar kecantikan industri yang keras dan bagaimana selebriti pun bergulat dengan ketidakamanan yang ditimbulkan oleh penampilan. Kutcher menekankan bahwa setiap orang memiliki rasa tidak aman, terlepas dari siapa mereka atau seperti apa penampilan mereka. Pengalaman pribadinya menjadi studi kasus tentang bagaimana visi artistik dalam mode dapat secara langsung memengaruhi individu dan bagaimana, seiring waktu, perspektif terhadap pengalaman tersebut dapat berubah dari kekecewaan menjadi refleksi yang berharga tentang penerimaan diri dan standar industri yang terus berkembang. Gucci sendiri belum memberikan komentar langsung terkait pengakuan Kutcher ini.